URBANKALTIM.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan Iran setelah melontarkan ancaman keras terkait penghancuran infrastruktur negara tersebut. Ia bahkan mengklaim operasi militer bisa dilakukan dalam waktu sangat singkat.
Pernyataan itu mencakup target strategis seperti jembatan hingga pembangkit listrik di Iran. Ancaman tersebut muncul di tengah tekanan terhadap stabilitas jalur energi global, termasuk kawasan Selat Hormuz.
Trump secara terbuka menyebut bahwa militer Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk melumpuhkan Iran dalam hitungan jam. Ia menggambarkan skenario penghancuran total yang bisa terjadi dalam satu malam.
“Kami memiliki rencana karena kekuatan militer kami, dimana setiap jembatan di Iran akan hancur pukul 12 tengah malam 7 april dimana setiap pembangkit listrik iran akan berhenti beroperasi,” ujar Trump.
Ia kemudian menegaskan skala serangan yang dimaksud bukan terbatas. Menurutnya, dampaknya akan bersifat menyeluruh terhadap infrastruktur vital Iran.
“Dan itu akan terjadi dalam kurun waktu 4 jam jika kita menginginkannya,” ujar Trump.
Pemerintah Iran merespons pernyataan tersebut dengan nada meremehkan. Mereka menilai ancaman itu lebih sebagai retorika politik dibanding rencana militer yang nyata.
Seorang anggota dewan di Teheran bahkan menyarankan agar publik tidak terlalu menanggapi serius ucapan Trump. Menurutnya, pernyataan tersebut justru menunjukkan sikap Amerika Serikat di mata dunia.
“Diam saja, bukan respon yang tepat terhadap ocehan Trump,” ujar anggota dewan Iran.
Ia menilai membiarkan Trump terus berbicara justru akan memperlihatkan karakter sebenarnya dari Amerika Serikat.
“Biarkan dia berbicara lebih banyak. tidak ada yang lebih efektif dalam memperlihatkan wajah asli amerika serikat selain luapan pernyataan trump,” ujar dia.
Situasi ini menambah panjang daftar ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Meski belum mengarah pada konflik terbuka, eskalasi retorika seperti ini dinilai berpotensi memicu ketidakstabilan kawasan.
Selain itu, ancaman terhadap infrastruktur strategis Iran juga memunculkan kekhawatiran global. Terutama terkait dampaknya terhadap distribusi energi dunia yang bergantung pada kawasan Timur Tengah. (UK)





