Cristiano Ronaldo Didesak Pensiun Usai Piala Dunia 2026 dan Tak Pindah ke MLS

Oleh redaksi

pada Sabtu, 11 April 2026

Cristiano Ronaldo (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Cristiano Ronaldo didesak mengakhiri karier profesionalnya setelah Piala Dunia 2026 dan tidak mengikuti jejak Lionel Messi bermain di Major League Soccer. Saran itu datang dari mantan gelandang Arsenal dan timnas Swedia, Anders Limpar, yang menilai MLS bukan tempat ideal bagi Ronaldo di usia 41 tahun.

Menurut Limpar, Ronaldo sebaiknya menjaga warisan besarnya di sepak bola daripada mengambil risiko menutup karier dengan tantangan baru yang belum tentu mudah. Ia menilai langkah pindah ke Amerika Serikat justru bisa merusak akhir perjalanan sang megabintang Portugal.

Saat ini Ronaldo masih memperkuat Al-Nassr di Liga Pro Arab Saudi dan terus memburu target 1.000 gol dalam karier profesionalnya. Namun Limpar menilai tonggak itu seharusnya menjadi titik akhir, bukan awal petualangan baru.

Baca juga  Emas Antam Cetak Rekor Baru, Harga Tembus Rp3 Juta per Gram

“Jika MLS ingin menjadi liga yang lebih besar lagi, mereka seharusnya ingin mendatangkan bintang seperti Cristiano Ronaldo ke AS, tapi dia kini berusia 41 tahun,” kata Limpar dikutip dari NewBettingSites.uk, Jumat (10/4/2026).

Limpar menegaskan banyak orang salah menilai MLS sebagai liga santai bagi pemain veteran. Menurut dia, kompetisi kasta tertinggi Amerika Serikat tetap memiliki intensitas fisik tinggi dan dihuni banyak pemain berkualitas.

Baca juga  Perebutan Hak Siar Piala Dunia 2026 di Asia Tenggara Kian Memanas, Sejumlah Negara Masih Negosiasi

Karena itu, ia mempertanyakan alasan Ronaldo harus memulai perjalanan baru di MLS pada usia yang tidak lagi muda. Apalagi Ronaldo baru saja mengalami masalah kebugaran setelah absen dalam dua laga terakhir Portugal karena cedera.

Bagi Limpar, Ronaldo sudah mencapai hampir semua puncak prestasi sepak bola bersama Manchester United, Real Madrid, Juventus, dan tim nasional Portugal. Ia menilai tidak ada lagi yang perlu dibuktikan oleh pemilik lima Ballon d’Or itu.

“Mengapa kamu harus memulai perjalanan baru di MLS pada usia 41 tahun? Itu bukanlah liga yang mudah untuk dimainkan,” ujar Limpar.

Baca juga  Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026, Fokus Hentikan Penguluran Waktu

Limpar menyarankan Ronaldo fokus menuntaskan ambisi mencetak 1.000 gol sebelum gantung sepatu. Ia percaya pencapaian itu akan menjadi penutup sempurna bagi karier salah satu pemain terbesar sepanjang masa.

Di tengah spekulasi masa depannya, nama Ronaldo memang terus dikaitkan dengan MLS, terutama karena potensi reuni rival abadinya dengan Messi yang kini bermain di Inter Miami. Namun Limpar menilai langkah itu tidak perlu diambil.

“Tolong, demi warisanmu, cetaklah 1.000 golmu dan kemudian akhiri kariermu,” kata Limpar. (UK)

Bagikan: