Strategi Energi China Terbukti Tangguh Hadapi Krisis Global Akibat Perang Iran

Oleh redaksi

pada Minggu, 12 April 2026

Presiden China, Xi Jinping (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Strategi energi jangka panjang China terbukti mampu meredam dampak krisis global yang dipicu perang Iran. Kebijakan ini membuat Beijing tetap stabil saat banyak negara menghadapi tekanan pasokan energi.

Krisis energi global sempat terjadi setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu penutupan Selat Hormuz selama enam minggu. Jalur vital tersebut selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Meski gencatan senjata telah tercapai, dampak gangguan pasokan energi tidak langsung pulih. Namun China dinilai lebih siap menghadapi kondisi tersebut dibanding banyak negara lain.

Baca juga  Negosiasi AS-Iran Masuk Ronde Dua, Digelar di Islamabad Pekan Ini

Analis menyebut kesiapan China tidak terjadi secara instan. Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah memperkuat cadangan energi dan memperluas sumber pasokan.

Langkah ini membuat China memiliki bantalan saat terjadi gangguan global. Negara itu bahkan belum perlu mengandalkan cadangan strategisnya secara penuh.

“Kekhawatiran geopolitik mendorong China membangun penyimpanan dan cadangan strategis,” kata analis Kpler, Muyu Xu, Minggu (12/4/2026).

Ia menilai langkah tersebut membuat posisi China lebih kuat dibanding negara Asia lain seperti Jepang dan Filipina dalam menghadapi krisis.

Baca juga  China Bantah Laporan Intelijen AS soal Dugaan Kirim Senjata ke Iran

Selain cadangan, transisi energi juga menjadi faktor penting. China dalam beberapa dekade terakhir mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pengembangan energi angin, surya, dan nuklir terus diperluas terutama di wilayah pesisir. Infrastruktur jaringan listrik juga diperkuat untuk mendistribusikan energi dari wilayah pedalaman.

Menurut analis energi, Lauri Myllyvirta, langkah ini membantu mengurangi kebutuhan impor minyak dan gas.

“Akan dibutuhkan lebih banyak impor minyak dan gas untuk memasok listrik ke provinsi-provinsi tersebut,” kata Myllyvirta.

Baca juga  Aktivitas Kapal di Selat Hormuz Mulai Pulih di Tengah Konflik Iran

Presiden China, Xi Jinping turut mempercepat transformasi energi di tengah ketidakpastian global. Ia mendorong pembangunan sistem energi baru yang lebih berkelanjutan.

Xi menekankan pentingnya kombinasi energi bersih dan sumber konvensional untuk menjaga stabilitas.

“Pengembangan energi angin dan surya yang kami lakukan sebagai pelopor kini telah terbukti sebagai langkah maju,” kata Xi.

Ia juga menegaskan peran energi konvensional masih dibutuhkan dalam masa transisi.

“Pada saat yang sama, pembangkit listrik tenaga batu bara tetap menjadi fondasi energi kita,” ujar Xi. (UK)

Bagikan: