Perebutan Hak Siar Piala Dunia 2026 di Asia Tenggara Kian Memanas, Sejumlah Negara Masih Negosiasi

Oleh redaksi

pada Minggu, 12 April 2026

Sejumlah negara masih negosiasi, sementara Indonesia dan Singapura sudah memastikan siaran (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Perebutan hak siar Piala Dunia FIFA 2026 di kawasan Asia Tenggara semakin memanas seiring mendekatnya jadwal turnamen yang akan digelar pada Juni hingga Juli 2026.

Sejumlah negara di kawasan ini masih berpacu untuk mengamankan hak siar, sementara sebagian lainnya sudah lebih dulu mencapai kesepakatan dengan FIFA.

Beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia hingga kini masih berada dalam tahap negosiasi. Tingginya nilai hak siar disebut menjadi salah satu kendala utama dalam proses tersebut.

Baca juga  Titik Balik Sunwoo Chan Buka Rahasia Tujuh Tahun di In Your Radiant Season

Di Malaysia misalnya, harga hak siar yang mencapai puluhan juta dolar AS membuat proses pembelian belum menemukan titik temu. Kondisi serupa juga terjadi di Thailand, yang kini membuka peluang keterlibatan pihak swasta.

Sementara itu, Vietnam diperkirakan segera mencapai kesepakatan melalui stasiun televisi nasionalnya.

Di sisi lain, sejumlah negara telah memastikan akses siaran untuk warganya. Singapura melalui Mediacorp telah mengamankan hak siar penuh seluruh pertandingan.

Baca juga  Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, Tunggu Keputusan FIFA

Namun, masyarakat di negara tersebut harus berlangganan layanan berbayar untuk menikmati seluruh laga.

Indonesia menjadi salah satu negara yang telah memastikan akses siaran. TVRI akan menayangkan pertandingan secara gratis melalui saluran nasional.

Selain itu, pemerintah juga berencana menggelar berbagai kegiatan nonton bareng untuk meningkatkan partisipasi publik selama turnamen berlangsung.

Untuk kawasan lain, FIFA juga telah menunjuk sejumlah mitra distribusi. Di Filipina, hak siar dipegang perusahaan global Aleph yang akan bekerja sama dengan berbagai platform.

Baca juga  Lolos Piala Dunia 2026, Iran Tak Lepas dari Tekanan Politik

Negara lain seperti Kamboja dan Timor Leste juga telah menyelesaikan proses distribusi hak siar melalui mitra lokal masing-masing.

Meski demikian, beberapa negara seperti Myanmar, Brunei, dan Laos masih belum memiliki kepastian terkait akses siaran.

Dengan kondisi ini, persaingan mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 diperkirakan akan terus berlanjut hingga mendekati waktu penyelenggaraan. (UK)

Bagikan: