URBANKALTIM.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan siap memecat Ketua Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell jika tetap bertahan di posisinya setelah masa jabatannya berakhir. Pernyataan ini memperuncing konflik antara Gedung Putih dan bank sentral Amerika Serikat, Kamis (16/4/2026).
Ancaman itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox Business. Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila Powell tidak mundur secara sukarela dari jabatannya.
“Kalau begitu, saya harus memecatnya,” kata Trump.
Langkah Trump tersebut memunculkan kekhawatiran serius terhadap independensi Federal Reserve. Selama ini, The Fed dikenal sebagai lembaga yang bekerja secara independen dalam menentukan kebijakan moneter, tanpa tekanan politik dari pemerintah.
Ketegangan semakin meningkat seiring penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman terhadap Powell. Investigasi itu berkaitan dengan dugaan keterangan yang tidak akurat kepada Kongres mengenai proyek renovasi kantor pusat The Fed yang nilainya membengkak hingga miliaran dolar.
Pemerintahan Trump justru memperkuat dukungan terhadap penyelidikan tersebut. Langkah ini dinilai dapat memperpanjang ketidakpastian di tubuh bank sentral sekaligus menambah tekanan terhadap Powell.
Di tengah konflik tersebut, proses pergantian pimpinan The Fed belum berjalan mulus. Trump sebelumnya telah mencalonkan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh sebagai pengganti Powell.
Namun, pencalonan Warsh masih tertahan di Senat. Salah satu senator kunci menyatakan tidak akan memberikan persetujuan sebelum penyelidikan terhadap Powell rampung.
Situasi ini membuka kemungkinan Powell tetap menjabat sebagai ketua sementara. Berdasarkan aturan internal The Fed, posisi tersebut dapat diisi hingga pengganti definitif disahkan.
Ancaman pemecatan juga berpotensi memicu konflik hukum. Berdasarkan aturan yang berlaku, presiden hanya dapat memberhentikan pejabat The Fed dengan alasan tertentu.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah tuduhan terhadap Powell memenuhi syarat tersebut. Jika pemecatan tetap dipaksakan, langkah itu hampir pasti akan digugat di pengadilan.
Powell sendiri telah menegaskan sikapnya untuk tetap bertahan. Ia menyatakan tidak akan meninggalkan jabatannya selama proses investigasi belum selesai sepenuhnya.
“Saya tidak berniat meninggalkan Dewan sampai penyelidikan benar-benar selesai,” kata Powell. (UK)





