Negosiasi AS-Iran Masuk Ronde Dua, Digelar di Islamabad Pekan Ini

Oleh redaksi

pada Rabu, 15 April 2026

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dipastikan berlanjut ke putaran kedua. Pertemuan lanjutan ini rencananya akan digelar di Islamabad dalam waktu dekat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut perundingan kemungkinan berlangsung dalam dua hari ke depan atau Kamis (16/4/2026).

Trump sempat mengindikasikan lokasi negosiasi akan berpindah ke Eropa. Namun, ia kemudian memastikan bahwa Islamabad tetap menjadi pilihan utama seperti pada pertemuan sebelumnya.

Baca juga  Pemerintah Tegaskan Sekolah Tetap Masuk Meski Ada Kebijakan WFH

Ia meminta perhatian publik tertuju pada perkembangan dalam waktu dekat. Menurutnya, ada kemungkinan terobosan dalam negosiasi lanjutan tersebut.

“Sebaiknya kalian tetap di sana, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan,” kata Trump.

Putaran pertama negosiasi yang digelar pada Sabtu (11/4/20226) di Islamabad sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan. Pembicaraan mandek setelah Iran menolak tuntutan utama Washington.

Baca juga  Harga Emas Antam Terjun Bebas, Penurunan Hari Ini Capai Rp50.000 per Gram

Salah satu poin utama yang menjadi perdebatan adalah program nuklir Iran. AS menuntut penghentian penuh aktivitas tersebut, sementara Teheran menolak.

Pasca kegagalan perundingan, AS mengambil langkah tegas dengan menerapkan blokade di Selat Hormuz. Kebijakan ini bertujuan menekan Iran dari sisi ekonomi.

Di sisi lain, Iran tetap mempertahankan posisinya dengan mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut. Negara itu juga berencana mengenakan biaya terhadap kapal yang melintas.

Baca juga  Total Investasi Jepang dan Korea ke Indonesia Capai Rp574 Triliun

Ketegangan di Selat Hormuz berdampak luas pada pasar energi global. Jalur ini diketahui menjadi penghubung utama distribusi minyak dan gas dunia.

Trump menegaskan dirinya tidak akan hadir langsung dalam perundingan tersebut. Namun ia tetap memantau proses negosiasi yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan.

“Sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan,” ujar dia. (UK)

Bagikan: