Urban Kaltim – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra. Salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pegadaian tentang Sinergi Bisnis dengan tema “Sinergi untuk MengEMASkan Indonesia”.
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Qomaruzzaman, mengatakan penandatanganan kesepahaman tersebut menjadi tonggak baru dalam membangun hubungan strategis antarkedua perusahaan.
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya diarahkan untuk membuka peluang bisnis, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi insan Pupuk Kaltim.
Melalui kemitraan tersebut, Pupuk Kaltim bersama Pegadaian akan menghadirkan berbagai program edukasi dan literasi keuangan secara terstruktur. Karyawan juga akan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai produk dan layanan keuangan Pegadaian, mulai dari Tabungan Emas, pembiayaan produktif, hingga layanan investasi dan pengelolaan aset.
“Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama, tetapi bagian dari strategi perusahaan menghadirkan fasilitas untuk mendukung kualitas hidup karyawan secara menyeluruh,” ujar Qomaruzzaman usai penandatanganan MoU di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, belum lama ini.
Qomaruzzaman menjelaskan, Pupuk Kaltim senantiasa menempatkan sumber daya manusia sebagai aset penting perusahaan. Karena itu, pengembangan karyawan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan profesionalisme dan pengembangan karier, tetapi juga penguatan kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi.
Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, literasi keuangan menjadi aspek penting agar setiap individu mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.
“Kesejahteraan karyawan tidak hanya diukur dari penghasilan, tetapi juga kemampuan merencanakan masa depan finansial secara sehat dan berkelanjutan. Inilah sasaran utama yang kami dorong melalui nota kesepahaman ini,” katanya.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pupuk Kaltim memberikan nilai tambah bagi karyawan melalui akses terhadap layanan keuangan yang aman dan terpercaya serta dapat mendukung perencanaan finansial jangka panjang.
Hal itu dinilai penting agar karyawan memiliki bekal dalam mengambil keputusan keuangan secara tepat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap instrumen investasi maupun pembiayaan ilegal yang marak berkembang di era digital.
“Dengan adanya beragam pilihan produk investasi dan layanan keuangan dari Pegadaian, karyawan Pupuk Kaltim diharapkan semakin terdorong untuk membangun aset sejak dini,” ujar Qomaruzzaman.
Ia menambahkan, kemitraan dengan Pegadaian sejalan dengan upaya perusahaan membangun budaya investasi yang sehat di lingkungan kerja.
Kerja sama tersebut sekaligus mencerminkan semangat sinergi antar-BUMN dalam menciptakan manfaat yang lebih luas, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.
“Nota kesepahaman ini menjadi landasan untuk mengembangkan peluang kerja sama lain yang mampu memberi manfaat nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” tambahnya.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan kemitraan dengan Pupuk Kaltim menjadi bagian dari komitmen Pegadaian memperluas pemanfaatan layanan investasi dan pengelolaan keuangan di sektor industri nasional.
Menurutnya, Pegadaian dapat menjadi mitra bagi pekerja Indonesia dalam membangun ketahanan finansial melalui berbagai instrumen investasi dan layanan keuangan yang mudah diakses serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui program literasi keuangan yang terstruktur dan penyediaan berbagai fasilitas pengelolaan keuangan, kami berharap seluruh karyawan Pupuk Kaltim dapat merencanakan masa depan finansial secara lebih bijak. Kami menyiapkan berbagai skema kompetitif hingga ragam fasilitas pembiayaan produktif yang dapat diakses dengan mudah,” ungkap Selfie.
Senada, Wakil Direktur Utama Pegadaian, Budi Wahju Soesilo, menilai sinergi dengan Pupuk Kaltim menjadi contoh kolaborasi antarbadan usaha milik negara yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui peningkatan kesejahteraan pekerja dan penguatan literasi keuangan.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem bisnis nasional sekaligus memperluas inklusi keuangan, sehingga masyarakat memiliki ketahanan finansial yang lebih kuat dan mampu mengelola keuangan secara lebih baik.
“Kami percaya peningkatan literasi keuangan bisa dimulai dari lingkungan kerja. Melalui kerja sama dengan Pupuk Kaltim, kami berharap dapat menghadirkan manfaat nyata dalam mendukung program inklusi keuangan nasional,” pungkas Budi Wahju Soesilo.





