TENGGARONG — Meski terbatas dukungan dan harus menjalani pemusatan latihan (TC) secara mandiri, semangat atlet Pentaque Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak surut sedikit pun. Mereka menatap Babak Kualifikasi (BK) Pelan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dengan optimisme tinggi dan menargetkan lima emas serta memastikan tiket menuju Porprov 2026.
Sebanyak 14 atlet terbaik, terdiri dari tujuh putra dan tujuh putri, telah dipersiapkan dalam kondisi prima. Persiapan yang berjalan tanpa fasilitas lengkap tidak menyurutkan determinasi mereka.
Kepala Pelatih sekaligus Sekretaris Pentaque Kukar, Muhammad Nur Alamsyah, menegaskan bahwa tim sudah siap tempur.
“Untuk Pentaque Kukar, insya Allah kami 100 persen siap. Walaupun TC dilakukan secara mandiri, latihan tetap berjalan. Target kami jelas, kami ingin meraih medali dan menjadi juara umum,” ujar Alamsyah.
Meski persiapan mencapai 100 persen, Alamsyah tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang mereka hadapi. Sejumlah atlet kini berstatus mahasiswa di kampus luar daerah seperti UNIV dan UNES, serta ada yang sudah bekerja. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mengikuti TC secara rutin.
“Beberapa atlet kami sudah kuliah, bahkan ada yang sudah bekerja di perusahaan. Jadi, mereka agak sulit untuk bergabung dalam TC karena izin yang terbatas,” jelasnya.
Kendati demikian, komitmen dan motivasi para atlet tetap tinggi. Mereka memaksimalkan waktu di sela-sela aktivitas kuliah dan pekerjaan untuk berlatih, baik di Tenggarong maupun di rumah masing-masing.
Pada BK Porprov yang akan digelar di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, 23–30 November 2025, terdapat 13 nomor yang dipertandingkan. Dari jumlah itu, Pentaque Kukar membidik lima medali emas.
“Target awal kami ya lima emas dulu. Sisanya akan kami perjuangkan sebaik mungkin,” tegasnya.
Sejumlah atlet Kukar sebelumnya juga sudah tampil di ajang nasional seperti POMNAS, sehingga pengalaman dan evaluasi dari kompetisi itu menjadi bekal penting untuk penyempurnaan teknik di BK Porprov mendatang.
Selain kendala kehadiran atlet, persoalan pembiayaan juga menjadi tantangan tersendiri. TC mandiri yang dijalankan membuat beban persiapan tidak ringan. Karena itu, Alamsyah berharap dukungan lebih kuat dari pemerintah daerah agar prestasi Pentaque Kukar bisa terus meningkat.
“Kalau ada bantuan pembiayaan TC dari pemerintah, tentu kami bisa memaksimalkan latihan. Kalau bisa terpusat, koordinasi latihan akan jauh lebih efektif,” tuturnya. (Adv)





