TENGGARONG – Pesona Gua Binuang di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menarik perhatian luas. Meski sudah lama dikenal warga setempat, pengelolaan destinasi ini baru dilakukan secara serius sejak 2023 atas inisiatif Kepala Desa Sanggulan, Fahruddin.
“Gua Binuang ini sudah ada sejak lama, tapi bukan milik desa langsung. Pemiliknya masyarakat. Sekarang sudah ada kerja sama, dan pengelolaan resmi diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” ungkap Fahruddin, Minggu (13/7/2025).
Sejak dikelola Pokdarwis, fasilitas penunjang wisata mulai dilengkapi, seperti gazebo, pelampung, sepatu khusus, senter, dan WC umum. Tahun ini, desa juga menganggarkan pengadaan helm untuk mendukung keamanan wisatawan di dalam gua.
Fahruddin menjelaskan, pengembangan dilakukan berdasarkan usulan Pokdarwis melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa. “Setiap tahun kami gelar Musrenbang, dan Pokdarwis kami dorong aktif mengajukan kebutuhan. Selama bermanfaat di lapangan, pasti kami dukung,” ujarnya.
Meski terkendala anggaran, komitmen Pemdes Sanggulan untuk mengembangkan Gua Binuang tetap kuat. Bahkan dalam rencana jangka panjang, destinasi ini diharapkan bisa bersaing dalam ajang lomba desa wisata.
“Kalau fasilitas sudah memadai, kami ingin ikutkan Gua Binuang dalam lomba desa wisata. Target awal tingkat kabupaten, lalu kita lihat peluangnya ke provinsi bahkan nasional,” tutup Fahruddin. (Adv)





