Kopi Kohiman Jadi UMKM Baru Andalan Muara Kaman, Dapat Dukungan Diskop-UKM Kukar

Oleh redaksi

pada Selasa, 12 Agustus 2025

Produk Kopi Kohiman (Istimewa)

TENGGARONG – Kecamatan Muara Kaman kian menonjol sebagai salah satu daerah dengan potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang. Produk unggulannya, Kopi Kohiman Etam, kini semakin dikenal masyarakat luas berkat kualitas rasa yang khas, proses pengolahan berbasis komunitas, serta nilai budaya yang melekat.

Camat Muara Kaman, Berliang, menegaskan bahwa kehadiran Kopi Kohiman tidak hanya sekadar melahirkan produk minuman, melainkan juga membangun identitas lokal yang mencerminkan kebersamaan warga.

“Kopi ini ditanam dan diolah oleh warga sendiri. Jadi bukan hanya soal rasa, tapi juga semangat gotong royong yang mengikat masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Tiga Lembaga Besar Dilibatkan Diskop UKM Kukar Bantu UMKM Urus Sertifikat Halal

Kehadiran Kohiman, menurutnya, sekaligus menjadi simbol bahwa UMKM baru dapat lahir dari potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

Lebih jauh, Kopi Kohiman juga berkembang sebagai sarana edukatif. Baru-baru ini sejumlah pelajar dari SMK dan SMA, khususnya di wilayah SP1, melakukan kunjungan belajar ke lokasi produksi. Mereka menyaksikan langsung proses budidaya, panen, pengeringan, hingga penggorengan biji kopi.

“Ini pengalaman yang sangat berharga. Anak-anak diperkenalkan dengan semua tahapan produksi, termasuk penggilingan. Hal ini akan membuka wawasan mereka tentang industri kopi dan peluang usaha di daerah sendiri,” jelas Berliang.

Baca juga  Kutim Tingkatkan Akurasi Survei Lahan dengan Pemetaan Digital Geodetik

Perkembangan Kopi Kohiman tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar. Pemerintah disebut telah membantu menyediakan sarana pengolahan kopi berupa mesin dan peralatan pendukung. Dengan adanya fasilitas tersebut, proses produksi menjadi lebih efisien dan mutu produk semakin terjaga.

“Kami mengapresiasi dukungan dari Pemkab Kukar, terutama dalam penyediaan alat-alat produksi. Ini modal penting agar UMKM baru seperti Kohiman bisa bertahan dan bersaing,” tambah Berliang.

Selain kopi, sektor UMKM di Muara Kaman juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Produk makanan khas seperti roti balok dan serawong dari Desa Sabintulung mulai banyak dilirik masyarakat. Begitu pula dengan kerajinan tangan berupa tikar purun dan anyaman rotan hasil binaan masyarakat bekerja sama dengan perusahaan swasta.

Baca juga  Pendamping UMKM Hadir di Tujuh Kecamatan, Kukar Tegas Berantas Praktik Perizinan Ilegal

“Produk-produk ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tapi juga memperkuat identitas budaya lokal Muara Kaman,” terang Berliang.

Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap UMKM agar potensi lokal tidak sekadar menjadi tren sesaat. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan swasta dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Kalau semua bergerak bersama, Muara Kaman akan semakin kuat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa,” katanya optimistis. (Adv)

Bagikan: