Ikan Salai Hulu Kukar Jadi Primadona, Omset Tembus Jutaan Saat Ramai

Oleh redaksi

pada Senin, 21 Juli 2025

Ikan Sali (Istimewa)

TENGGARONG – Hulu Kukar semakin lekat dengan identitas kuliner khasnya: ikan salai atau ikan asap. Produk olahan perikanan ini bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga menjadi buah tangan favorit masyarakat hingga wisatawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim).

Rahma, pelaku usaha ikan salai dari Warung Aisyah di Desa Teluk Muda, Kecamatan Kenohan-Tabang, menyebutkan ikan salai memiliki aroma khas berkat proses pengasapan panjang.

“Proses pembuatan ikan salai ini diawali dengan membersihkan ikan yang segar dan diasapi dengan suhu stabil selama 1 hari full,” katanya, Senin (21/7/2025).

Setiap hari ia bisa memproduksi sekitar 10 kilogram ikan, meski yang laku terjual rata-rata 7–8 kilogram. Harga jualnya pun cukup tinggi, mencapai Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per kilogram, tergantung jenis ikan.

Baca juga  Pasar Mangkurawang Berbenah, Sekda Sebut Pedagang Lebih Nyaman

“Berbagai jenis ikan salai yang dijual diantaranya, ikan Haruan, Baong, Patin dan Lais,” sebutnya.

Permintaan meningkat pesat ketika ada event daerah atau kunjungan wisatawan. Dalam kondisi ramai, omsetnya mampu menembus Rp4 juta per hari. “Saya berharap, produk lokal ikan salai ini bisa dimasukan ke dalam event daerah. Sehingga penjualan juga bisa meningkat,” harap Rahma.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kota Bangun, Abdul Karim, mengakui potensi perikanan hulu Kukar sangat melimpah. Nelayan setempat tak hanya menjual ikan segar, tetapi juga mengolahnya menjadi ikan asin hingga ikan salai.

Baca juga  Wabup Kukar Pastikan Pembangunan Jembatan Sebulu Tepat Waktu, Target Rampung Sebelum 2030

“Produksi ikan salai ini menjadi unggulan karena proses pembuatannya sangat menarik, hanya pengasapan,” sebutnya.

Menurutnya, ikan salai berpotensi menjadi identitas kuliner hulu Kukar sekaligus produk unggulan daerah. Karena itu, pihaknya mendorong pemasaran lebih luas, termasuk secara online. “Ikan salai ini menjadi salah satu produk yang sering diminati oleh pengunjung baik dari Kukar maupun luar daerah, terlebih dari Melak,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh pengembangan produk lokal, termasuk ikan salai. Menurutnya, kualitas dan daya tahan produk harus ditingkatkan agar bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

Baca juga  Bupati Kukar Lantik PJ Kades Jonggon dan PAW Sejumlah Anggota BPD di Kukar

“Kami ini berbicara skala industri, jadi pelaku usaha didorong untuk memperbaiki kualitas produknya, sehingga bisa dipasarkan secara luas,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal agar dapat tampil di berbagai event daerah sebagai ajang promosi. “Kami juga membuka ruang atau kesempatan bagi pelaku usaha, yang ingin dilibatkan ke dalam event daerah,” ungkapnya. (Adv)

Bagikan: