Dari Iseng Jadi Cuan, Keripik Poniyah Sebulu Raup Omset Rp3 Juta per Pekan

Oleh redaksi

pada Jumat, 5 September 2025

Produk Keripik Poniyah (Istimewa)

TENGGARONG – Kreativitas warga Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, kembali membuktikan bahwa usaha kecil mampu menjadi sumber ekonomi keluarga. Poniyah, pelaku UMKM setempat, sukses mengolah aneka produk keripik yang kini digemari banyak konsumen.

Awalnya, Poniyah hanya iseng mencoba membuat olahan keripik. Namun karena diminati, usaha ini berlanjut hingga menjadi sumber penghasilan rutin.

“Memproduksi olahan UMKM ini awalnya hanya iseng, tapi setelah produknya itu diminati banyak konsumen maka produksi UMKM ini kami terus dilanjutkan,” katanya pada Jumat (5/9/2025).

Baca juga  Rapak Lambur Terapkan Sistem Ketat Kelola Dana Rp50 Juta per RT, Semua Wajib Lewat Mekanisme Desa

Produk yang ia hasilkan beragam, mulai dari keripik usus kribo, keripik keladi, hingga keripik seluang. Setiap pekan, Poniyah bisa memproduksi hingga 5 kilogram, dengan omset mencapai Rp3 juta. “Untuk satu pekan, kami mampu memperoleh omset sekitar Rp3 juta,” sebutnya.

Menurutnya, olahan keripiknya memiliki rasa khas yang membuat konsumen ketagihan. “Untuk pemesanan bisa melalui WhatsApp: +62 812-5564-8024. Olahan keripik dijual dengan harga terjangkau mulai dari Rp15–35 ribu per toples dan bungkus. Bisa juga per kilo sekitar Rp120 ribu,” ucapnya.

Baca juga  Penertiban Tahura IKN Tanpa Koordinasi, Camat Samboja Barat Mengaju Tak Disurati

Pemasaran produk tidak hanya di Sebulu, tetapi sudah merambah ke berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Terlebih saat mengikuti event yang digelar pemerintah daerah maupun provinsi, produk keripik Poniyah selalu laris manis.

Poniyah pun menyimpan harapan besarnya agar dagangannya bisa menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke luar pulau.

“Saya berharap, olahan keripik ini makin diminati oleh konsumen hingga ke luar pulau Kalimantan. Dengan tingkat penjualan semakin tinggi, pastinya menjadi tambahan nilai pendapatan bagi pelaku usaha,” tutupnya. (Adv)

Baca juga  60 Pokdarwis di Kukar Jadi Pilar Penggerak Wisata, Dispar Siapkan Pendampingan Berkelanjutan

Bagikan: