Tanpa Lokasi & Tanpa Tekanan, Strava Challenge 2025 Ajak Warga Kukar Bergerak Bebas

Oleh redaksi

pada Senin, 3 November 2025

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni (Istimewa)

TENGGARONG — Olahraga kini tak lagi sekadar aktivitas fisik, tetapi telah menjadi bagian dari budaya digital yang melekat pada gaya hidup masyarakat modern. Melihat perubahan tersebut, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan inovasi baru yang menghubungkan dunia olahraga dengan teknologi melalui Strava Challenge Airun 2025, sebuah tantangan lari virtual yang akan digelar Desember mendatang.

Program ini menjadi salah satu langkah Dispora dalam mengajak masyarakat Kukar, khususnya warga Tenggarong, untuk bergerak lebih aktif tanpa dibatasi lokasi ataupun waktu.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa konsep ini dirancang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku olahraga masyarakat yang semakin terhubung dengan aplikasi digital.

Baca juga  Dispora Kukar Pastikan Pembonaan Atlet Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran

“Strava Challenge Airun kami rancang agar siapa pun bisa ikut berolahraga tanpa harus datang ke lokasi lomba. Ini bentuk adaptasi olahraga dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Mengusung konsep non-kompetitif, Strava Challenge Airun 2025 memberikan kebebasan penuh kepada peserta untuk menentukan tempat dan waktu berlari. Cukup berlari, mencatat aktivitas menggunakan aplikasi Strava, lalu mengunggah hasilnya.

“Selama satu minggu, peserta bisa mencatat dan mengunggah capaian larinya kapan saja. Tidak harus di jam tertentu, jadi semua bisa ikut menyesuaikan dengan waktu luang,” jelas Aji Ali.

Konsep ini dinilai sangat relevan di tengah kesibukan masyarakat perkotaan yang sulit mengikuti jadwal lomba yang kaku. Sekaligus, ini menjadi ruang bagi warga yang ingin berolahraga tanpa tekanan kompetisi.

Baca juga  Kukar Genjot Pemerataan Olahraga, Fasilitas Dibangun hingga Pelosok

Dispora Kukar melihat pertumbuhan komunitas lari di kawasan turapan Tenggarong dan Stadion Aji Imbut sebagai potensi besar dalam membangun budaya hidup sehat. Melalui Strava Challenge, komunitas lari, pelari pemula, hingga pengguna aplikasi olahraga dapat berkumpul dalam satu ekosistem yang saling memotivasi.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk penguatan ruang publik sebagai zona olahraga favorit masyarakat yang setiap hari dipadati warga dari berbagai usia.

Aji Ali menegaskan bahwa Strava Challenge Airun 2025 merupakan langkah konkret Dispora dalam memperluas jangkauan pembudayaan olahraga.

“Kami ingin memfasilitasi semangat itu dengan cara yang lebih menarik dan inklusif. Lewat Strava Challenge ini, olahraga menjadi lebih mudah, menyenangkan, dan bisa dilakukan siapa saja,” ujarnya.

Baca juga  Pendataan Anak Tidak Sekolah Masuk Struktur Program RT, Bupati Minta Pengawasan Diperketat

Dispora Kukar berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi turut menciptakan kebiasaan baru di masyarakat, olahraga mandiri yang konsisten, fleksibel, dan memanfaatkan teknologi.

Dengan semakin banyaknya warga yang aktif berolahraga menggunakan aplikasi, Dispora Kukar optimistis Strava Challenge Airun 2025 bisa menjadi pemantik terbentuknya gaya hidup sehat yang lebih modern.

Program ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk berlari, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadikan olahraga sebagai kebiasaan harian, sebuah budaya baru yang tumbuh dari perpaduan teknologi dan kesadaran hidup sehat. (Adv)

Bagikan: