TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah dengan membuka akses pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja. Salah satu program strategis yang segera diluncurkan adalah Pelatihan Garda Pratama (security), yang menyasar pemuda lulusan SMA sederajat yang belum bekerja.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa pelatihan ini akan dilaksanakan pada akhir November 2025 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Tenggarong Seberang. Program ini merupakan kolaborasi antara Dispora dan KNPI Kukar, yang sebelumnya telah melakukan pendataan pemuda potensial di tingkat kecamatan.
“Pelatihan ini kami tujukan bagi pemuda yang belum memiliki sertifikasi, karena peluang kerja sebagai security di sektor pertambangan cukup besar. Kukar memiliki wilayah tambang yang luas, dan kebutuhan tenaga keamanan juga terus meningkat,” ungkapnya.
Pelatihan Garda Pratama akan merekrut sekitar 30 peserta, baik laki-laki maupun perempuan, dengan syarat utama: belum bekerja, belum mempunyai sertifikat keamanan, serta memenuhi standar fisik minimum seperti tinggi badan dan kondisi tubuh yang sehat.
Menurut Dery, program ini bukan sekadar memberi keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter profesional. Dispora Kukar ingin memastikan pemuda yang mengikuti pelatihan memiliki kedisiplinan, etos kerja, dan kesiapan mental untuk masuk ke industri yang menuntut ketegasan dan tanggung jawab tinggi.
“Peserta bisa laki-laki maupun perempuan, tergantung hasil pendataan teman-teman KNPI di lapangan,” jelasnya.
Pelatihan Garda Pratama ini juga menjadi bagian dari strategi besar Dispora Kukar untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja muda, terutama di sektor non-formal yang berkembang pesat. Dengan banyaknya perusahaan tambang yang beroperasi di Kukar, peluang penyerapan tenaga keamanan dinilai sangat terbuka.
“Kegiatan ini sedang dalam tahap persiapan, dan dalam waktu dekat akan segera kami laksanakan. Kami berharap, pelatihan ini dapat membuka peluang kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di kalangan pemuda Kukar,” tutupnya. (Adv)





