TENGGARONG – Upaya membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat kembali dikuatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui kegiatan Jalan Santai dan Senam Bersama yang digelar di Kecamatan Muara Jawa, Jumat (14/11/2025), Dispora menegaskan bahwa program olahraga massal ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan gerakan besar untuk menghidupkan kembali aktivitas olahraga masyarakat pasca-pilkada.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyatakan bahwa kegiatan di Muara Jawa merupakan lanjutan dari rangkaian panjang yang telah digelar di sejumlah kecamatan sebelumnya.
“Jalan santai ini adalah lanjutan dari kegiatan yang sudah kita lakukan di berbagai tempat. Setelah pilkada, kami kembali melanjutkan mulai dari Samboja, Samboja Barat, dan kini Muara Jawa,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Seperti kegiatan sebelumnya, Dispora menggandeng DPD KNPI, DPK KNPI kecamatan, serta Yayasan Jantung Sehat Indonesia (YJSI) Kabupaten Kukar. Ribuan warga mengikuti kegiatan yang diawali jalan santai, dilanjutkan senam sehat, dan ditutup pembagian doorprize yang menambah antusiasme peserta.
Namun lebih dari sekadar keramaian pagi hari, Ali menegaskan bahwa jalan santai adalah sarana paling sederhana untuk mengajak masyarakat kembali bergerak.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi cara kita menggugah masyarakat tentang pentingnya menyediakan waktu untuk berolahraga. Jalan santai ini olahraga yang paling murah, murah meriah tetapi manfaatnya luar biasa,” jelasnya.
Ali menambahkan, kesehatan menjadi fondasi utama kebahagiaan keluarga—sebuah pesan yang ingin terus digaungkan Dispora Kukar agar masyarakat tidak abai terhadap aktivitas fisik di tengah kesibukan sehari-hari.
“Harapan pemerintah tentu masyarakat hidup sehat dan bahagia. Kalau tidak sehat, kebahagiaan keluarga juga tidak akan dirasakan. Jadi sesibuk apa pun, kita harus tetap berolahraga,” tegasnya.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi stimulan awal agar masyarakat kembali menghidupkan budaya olahraga secara mandiri di lingkungannya. Menurut Ali, peran pemerintah adalah membuka pintu dan memantik kesadaran, sementara keberlanjutan aktivitasnya harus tumbuh dari partisipasi warga.
“Dengan adanya stimulan dari pemerintah seperti ini, harapan kami setelah itu masyarakat bisa menggeliatkan kembali olahraga di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dispora Kukar menargetkan seluruh 20 kecamatan bakal mendapat giliran kegiatan serupa, sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga yang mudah, murah, dan menyenangkan. (Adv)





