TENGGARONG – Gelaran Gas Rute Kembang Janggut 2025 bukan sekadar ajang trail tahunan, tetapi menjadi strategi baru Dispora Kutai Kartanegara (Kukar) dalam membangkitkan sport tourism hingga ke wilayah hulu.
Event yang digelar pada 22 November 2025 ini diproyeksikan menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi UMKM, sekaligus membuka akses promosi wisata alam desa-desa yang selama ini jarang terjangkau publik.
Door prize berupa sepeda motor hingga satu ekor kambing membuat antusiasme peserta melonjak, namun nilai terbesar dari event ini justru hadir dari lintasan yang menghubungkan Kembang Janggut dengan potensi wisata alam Kenohan, Tabang, dan sejumlah desa perbatasan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan pemilihan Kembang Janggut didasarkan pada kekuatan komunitas lokal serta kondisi geografis yang kaya potensi.
“Kegiatan ini bagian dari agenda rutin yang kami laksanakan, ada Blukar 4×4 dan Blukar trail. Kota Bangun sudah, Muara Kaman sudah, Kota Bangun Darat juga sudah. Kini giliran Kembang Janggut untuk kita laksanakan di sana,” ujar Aji Ali, Jumat (14/11/2025).
Aji Ali menjelaskan bahwa rute yang disiapkan bukan hanya tantangan untuk para pecinta trail, tetapi sekaligus jalur promosi yang memperkenalkan keindahan desa-desa sekitar.
“Di sana ada wilayah Kenohan, Tabang, dan beberapa area perbatasan yang memiliki potensi wisata alam sangat bagus. Melalui event ini, kami ingin memperkenalkan kawasan tersebut,” tambahnya.
Dispora Kukar menilai olahraga masyarakat seperti trail memiliki nilai ekonomi tinggi. Setiap event mampu menggerakkan perputaran uang bagi pedagang, kuliner lokal, penyedia jasa, hingga UMKM desa.
“Harapan kami, olahraga masyarakat ini bisa men-support pariwisata karena alam di Kembang Janggut sangat layak untuk dikenal lebih luas,” jelas Ali. (Adv)





