TENGGARONG — Predikat Kwaran Tergiat yang kembali diraih Kwartir Ranting (Kwaran) Loa Janan untuk keenam kalinya secara beruntun membuat wilayah ini tidak hanya dianggap aktif, tetapi telah berkembang menjadi role model pembinaan gerakan pramuka di Kutai Kartanegara (Kukar).
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menilai prestasi tersebut sebagai standar baru bagi ranting lain dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan yang modern, disiplin, dan berdampak bagi masyarakat.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa keberhasilan Loa Janan bukan semata gelar tahunan. Predikat enam kali berturut-turut menunjukkan bahwa sistem pembinaan yang diterapkan berjalan konsisten, terstruktur, dan memiliki akar kuat di tingkat gugus depan hingga kecamatan.
“Penghargaan ini menjadi tolak ukur keberhasilan. Keseriusan dan konsistensi pembinaan di Kwaran Loa Janan terlihat dari hasil yang mereka peroleh selama ini,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Menurut Aji Ali, intensitas kegiatan kepramukaan di Loa Janan jauh di atas rata-rata. Aktivitas rutin dan tematik terus berlangsung, mulai dari latihan gugus depan, kesakaan, kegiatan ketangkasan, hingga partisipasi dalam event cabang dan daerah. Selain itu, Loa Janan juga menjadi salah satu ranting yang paling aktif dalam program Pramuka Peduli, terutama pada aksi kebencanaan dan kemanusiaan.
“Intensitas aktivitas mereka cukup tinggi, sehingga memacu seluruh anggota pramuka untuk terus berpartisipasi aktif. Selain itu, mereka juga termasuk yang paling aktif dalam kegiatan Pramuka Peduli,” tambahnya.
Dispora Kukar menilai keberhasilan ini seharusnya tidak berhenti menjadi kebanggaan lokal, tetapi menjadi panduan bagi ranting lain. Aji Ali menekankan perlunya pengurus kuartir ranting lain menghidupkan kembali program bakti masyarakat, kegiatan gugus depan, serta pembinaan terarah di tingkat penegak dan pandega.
“Kami berharap kakak-kakak di pengurus Kwaran lain turut mengaktifkan kembali kegiatan bakti dan kepramukaan, baik di tingkat gugus depan maupun di tingkat ranting. Bagi kepengurusan yang telah berakhir masa baktinya, segera susun pengurus baru agar semangat pembinaan tetap terjaga,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa pembinaan pramuka tidak boleh stagnan. Tim kerja yang solid dan kaderisasi berkelanjutan menjadi kunci agar gerakan pramuka mampu menjawab perubahan zaman dan kebutuhan generasi muda.
“Untuk Kwaran Loa Janan, prestasi ini harus dijaga dan ditingkatkan. Bentuklah tim yang semakin solid agar aktivitas gerakan pramuka terus berkembang,” tuturnya. (Adv)





