Distransnaker Kutim Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Sosialisasi Produk Ekspor

Oleh redaksi

pada Rabu, 12 November 2025

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Kabupaten Kutai Timur, Roma Malau

SANGATTA — Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kutai Timur kembali ditegaskan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) melalui Program Sosialisasi Produk Ekspor di Kawasan Transmigrasi.

Program ini dirancang untuk mendorong produk-produk lokal agar naik kelas hingga mampu bersaing di pasar nasional bahkan global.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang penting, mengingat transformasi ekonomi di kawasan transmigrasi merupakan proyek besar yang membutuhkan komitmen, pendampingan, serta kolaborasi banyak pihak.

Pemerintah ingin memastikan masyarakat transmigrasi tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Distransnaker Kutim, Roma Malau, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi untuk memastikan produk lokal memiliki daya saing tinggi.

Baca juga  Pemkab Kukar Siapkan Rp78 Miliar untuk Sukseskan PSU, Komitmen Kuat di Tengah Tantangan Efisiensi

“UMKM di Kutai Timur ini semakin maju dan luar biasa. Salah satunya produk pisang Kalbana yang sudah dikenal luas,” ujarnya pasca membuka Sosialisasi pada Rabu (12/11/2025).

Roma menjelaskan bahwa semangat ekonomi kerakyatan harus terus ditanamkan di setiap kawasan transmigrasi.

Semangat inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.

Menurut Roma, transformasi kawasan transmigrasi adalah bagian dari agenda besar yang terus digerakkan pemerintah. Distransnaker hadir sebagai penggerak utama dalam perubahan tersebut.

Baca juga  Dispora Kukar Perkuat Latihan Atlet dengan Sterek Gym, Akses Gratis dan Fasilitas Lengkap

“Maka Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja hadir sebagaimana yang diperlukan dalam transformasi transmigrasi, salah satunya transformasi tuntas, transformasi patriot, nah juga transformasi daripada karyanusa, nah karyanusa ini bagaimana masyarakat di daerah transmigrasi itu, kawasan transmigrasi menjadi lebih yang terbaik lah,” jelas Roma.

Transformasi ini menekankan penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas produk, serta pembentukan jejaring pemasaran yang lebih luas.

Dalam menjalankan program ini, Distransnaker juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan swasta, untuk menjadi bapak angkat bagi para pelaku UMKM.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat membuka akses permodalan, pemasaran, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat transmigrasi.

Baca juga  Harga Bahan Pokok di Pasar Mangkurawang Relatif Stabil, Sekda Kukar Apresiasi Produk Lokal

Roma menyampaikan optimismenya bahwa keberhasilan program ini akan membuka jalan bagi lahirnya pelaku usaha tangguh dari daerah transmigrasi yang siap menembus pasar ekspor.

Ia menegaskan, ekonomi lokal perlu terus dikembangkan melalui berbagai program pemberdayaan.

Roma meyakini ekonomi lokal harus terus dikembangkan dan diberdayakan, seperti Program Sosialisasi ini maupun dengan menggaet UMKM setempat.

Melalui kolaborasi, pendampingan, dan komitmen yang kuat, program ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama transformasi ekonomi di Kutai Timur. (ADV)

Bagikan: