TENGGARONG — Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP cabang renang tahun ini menghadirkan cerita baru bagi dunia olahraga pelajar di Kutai Kartanegara (Kukar).
Bukan hanya soal persaingan di lintasan air, ajang ini berubah menjadi sarana strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam memetakan potensi perenang muda hingga ke wilayah kecamatan.
Sekretaris Umum Akuatik Cabang Kukar, Reza, menyebut O2SN bukan sekadar agenda tahunan sekolah.
Tahun ini, ajang tersebut disiapkan sebagai mekanisme rekrutmen atlet berbakat dari seluruh kecamatan, bukan hanya dari pusat kota.
“Untuk O2SN tingkat SMP ini, kami dari pengcab mengakomodir adik-adik dari seluruh kecamatan. Kami memanggil perenang-perenang yang ada di wilayah Kabupaten Kukar,” jelas Reza, Jumat (28/11/2025).
Masuknya peserta dari tujuh kecamatan—Tenggarong, Loa Janan, Loa Kulu, Tabang, Kota Bangun Darat, Kota Bangun, hingga Muara Muntai menandai pemerataan akses pembinaan akuatik.
Kehadiran atlet dari kecamatan di wilayah hulu seperti Tabang dan Muara Muntai menunjukkan bahwa potensi olahraga renang bukan lagi milik daerah pusat saja.
Reza menegaskan bahwa keberhasilan merangkul lebih banyak kecamatan tidak lepas dari kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
Lewat kolaborasi ini, sekolah-sekolah di wilayah jauh ikut menjaring serta mengirimkan atlet terbaik mereka.
O2SN SMP ini juga menjadi kelanjutan dari event tingkat SD yang dilaksanakan lebih awal, memastikan jalur pembinaan berjalan berjenjang.
Pada kejuaraan kali ini, penyelenggara mempertandingkan dua nomor 50 meter: gaya bebas dan gaya punggung.
“Untuk lombanya sendiri, kita mempertandingkan dua nomor, yaitu gaya bebas dan gaya punggung pada jarak 50 meter. Selain perlombaan, kegiatan ini juga menjadi proses seleksi untuk mencari perenang terbaik,” tambahnya.
Nomor-nomor tersebut dipilih untuk mempermudah proses talent scouting, karena menjadi pondasi utama dalam pembinaan teknik renang di tahapan usia pelajar.
Atlet-atlet yang tampil menonjol akan diproyeksikan mengikuti kejuaraan antar kabupaten/kota di tingkat Provinsi Kaltim.
Jika dukungan anggaran memungkinkan, Kukar bahkan siap mengirimkan wakil hingga ke ajang nasional.
Langkah ini menunjukkan bahwa pencarian talenta melalui O2SN bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari roadmap pembinaan jangka panjang Akuatik Kukar.
Di balik hasil lomba, Reza menegaskan bahwa kompetisi ini lebih dari sekadar perebutan medali.
Tapi juga menanamkan karakter, sportivitas, dan kesadaran bahwa pembinaan adalah perjalanan panjang.
“Harapan kami, adik-adik dari seluruh kecamatan di Kukar dapat menjaga sportivitas dan kebersamaan. Soal juara itu bonus, yang terpenting kita berproses bersama untuk membangun Kukar lebih baik dan lebih maju, khususnya di cabang olahraga renang,” pungkasnya. (Adv)





