Potensi Besar, Kopi Teluk Kabur Siap Didorong Jadi Produk Unggulan Berbasis Kemitraan

Oleh redaksi

pada Kamis, 13 November 2025

Ilustrasi Kopi Teluk Kabur (Istimewa)

SANGATTA – Komoditas kopi asal Teluk Kabur di Kecamatan Sangatta Selatan mulai menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal berkualitas, pemerintah kecamatan melihat kesempatan untuk mendorong komoditas ini masuk ke pasar yang lebih luas melalui penguatan budidaya, perbaikan pascapanen, serta pembentukan kemitraan yang terstruktur.

Dorongan ini menjadi semakin relevan mengingat sebagian besar petani kopi di Teluk Kabur masih bekerja secara tradisional dan belum memiliki akses yang memadai terhadap pelatihan maupun pasar yang stabil.

Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, saat ditemui pada Kamis (13/11/2025) menegaskan bahwa, kualitas kopi Teluk Kabur sebenarnya cukup baik.

Dari hasil kunjungannya ke lapangan, ia melihat tanaman kopi tumbuh subur dan memiliki cita rasa yang berpotensi bersaing dengan kopi dari daerah lain.

Baca juga  Transformasi Transmigrasi Menuju Kawasan Produktif, Distransnaker Kutim Luncurkan Program Ekspor

“Saya melihat langsung pohon kopinya, dan kualitasnya memang bagus, yang perlu kita benahi adalah pengelolaannya, terutama pascapanen agar nilai jualnya bisa meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini petani cenderung menjual kopi dalam bentuk gelondong atau biji mentah tanpa melalui proses pengolahan yang tepat.

Padahal, tahapan seperti fermentasi, pengeringan yang benar, dan sortasi biji merupakan faktor penting untuk meningkatkan mutu dan harga jual.

Sebagai langkah awal pengembangan, pemerintah kecamatan telah memulai pendataan petani kopi untuk mengetahui jumlah pelaku, luas lahan, serta kapasitas produksi di Teluk Kabur.

Pendataan ini akan menjadi dasar pembentukan kelembagaan petani yang lebih terstruktur dan profesional.

“Kita perlu tahu jumlah petani dan produksinya agar pembinaan bisa terarah. Data ini penting untuk menentukan pola kemitraan dan intervensi pemerintah ke depan,” jelas Rusmiati.

Baca juga  Mobil Layanan Disdukcapil Kutim Jemput Bola, Layani Warga hingga Car Free Day

Salah satu terobosan yang sedang didorong adalah kerja sama antara petani dan pelaku usaha kopi lokal.

Rusmiati mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan pemilik Mandiri Coffee yang menyatakan kesediaannya bermitra dengan petani Teluk Kabur.

“Mereka siap membeli, melatih, dan membuka pasar bagi petani, asalkan produksi stabil. Ini kesempatan besar karena pendampingan langsung dari pengusaha akan mempercepat peningkatan kualitas,” katanya.

Kemitraan tersebut diharapkan mencakup pelatihan teknis mulai dari pemetikan yang benar (selective picking), pengeringan, fermentasi, hingga proses roasting.

Dengan begitu, petani tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan kopi bernilai tambah yang siap bersaing di pasar.

Rusmiati juga menekankan pentingnya pembentukan koperasi sebagai lembaga resmi yang dapat memperkuat posisi tawar petani.

Koperasi dinilai mampu mengatur distribusi, menjaga stabilitas harga, dan menjadi wadah pengelolaan komoditas secara kolektif.

Baca juga  Distransnaker Kukar Dorong Pekerja Lokal Berani Laporkan Pelanggaran Hak

“Kita ingin petani punya posisi tawar, bukan sekadar penjual bahan mentah, karena itu, koperasi sangat penting sebagai rumah produksi dan tempat musyawarah petani,” tegasnya.

Selain persoalan pengelolaan dan pemasaran, ia menyoroti urusan legalitas kawasan.

Sejumlah lahan kopi berada di wilayah yang status tata ruangnya belum sepenuhnya jelas, sehingga petani membutuhkan kepastian regulasi agar dapat berproduksi tanpa rasa khawatir.

Rusmiati berharap dukungan OPD terkait dapat segera terwujud, mulai dari penyediaan bibit unggul, alat pengolahan pascapanen, hingga pelatihan intensif bagi petani.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan komoditas kopi Teluk Kabur membutuhkan sinergi banyak pihak.

“Kalau semua bergerak bersama, kita bisa membangun produk unggulan yang benar-benar membanggakan, dampaknya pasti langsung terasa pada meningkatnya ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: