Akses Pendidikan Terganggu, Camat Sangatta Selatan Desak Pembenahan Jalan Rusak

Oleh redaksi

pada Sabtu, 15 November 2025

Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati.(Urbankaltim)

SANGATTA – Kondisi infrastruktur jalan yang memburuk di sejumlah wilayah Kecamatan Sangatta Selatan kini mulai memberikan dampak serius terhadap dunia pendidikan.

Guru-guru yang bertugas di daerah terpencil, termasuk wilayah Sumit Abuan, menghadapi perjalanan yang semakin berat setiap hari.

Jalan berlubang, licin saat hujan, dan banyaknya titik rawan membuat akses menuju sekolah menjadi tantangan yang menghambat proses belajar mengajar.

Situasi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah kecamatan. Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, menegaskan bahwa kerusakan jalan bukan lagi persoalan infrastruktur semata, melainkan sudah mengganggu keberlangsungan pendidikan.

Menurutnya, kondisi medan yang buruk membuat guru sering terlambat tiba di sekolah, bahkan membahayakan keselamatan mereka.

Baca juga  UMKM Kukar Kembangkan Teh Herbal Bawang Dayak, Kini Dipasarkan hingga Pulau Jawa

“Jalan itu rusaknya luar biasa. Saya lihat sendiri, guru harus berhenti berkali-kali karena kondisi jalan sangat parah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan adanya keluhan dari sejumlah guru yang mengalami kendala di lapangan.

Banyak di antara mereka terpaksa menuntun sepeda motor melewati jalan berlumpur demi memastikan pembelajaran tetap berjalan bagi anak-anak di desa terpencil.

“Ada guru yang bilang ke saya, Bu, kadang kami jatuh di jalan, ini jelas mengganggu pendidikan dan keselamatan mereka,” ungkap Rusmiati.

Rusmiati menekankan bahwa akses pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah yang tidak bisa ditunda.

Baca juga  COE Kukar 2025 Hadirkan Event Tiap Bulan, Pacu Wisata dan Ekonomi Kreatif Sepanjang Tahun

Semangat para guru untuk hadir mengajar setiap hari di tengah kondisi jalan yang memprihatinkan, menurutnya, adalah bentuk dedikasi luar biasa yang harus didukung dengan fasilitas memadai.

“Kita tidak boleh membiarkan guru berjuang sendirian. Mereka menjalankan tugas mulia untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dampak jalan rusak tidak hanya menimpa tenaga pendidik, tetapi turut memengaruhi siswa.

Jadwal pembelajaran menjadi tidak stabil, dan motivasi siswa bisa menurun ketika kehadiran guru terganggu akibat kendala akses.

Pemerintah kecamatan, lanjutnya, telah menyampaikan laporan dan usulan resmi kepada dinas teknis untuk memperbaiki jalur-jalur pendidikan yang menjadi prioritas.

Baca juga  Dispar Kukar Dorong Ekonomi Kreatif Naik Kelas, UMKM Daerah Kini Dapat Perhatian Serius

Meski prosesnya membutuhkan kajian teknis dan penyesuaian anggaran, Rusmiati memastikan bahwa pengajuan tersebut terus dikawal.

“Perbaikannya tidak bisa langsung, tapi sudah masuk dalam perencanaan. Kami dorong terus agar dipercepat demi kelancaran pendidikan,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi jalan yang menjadi tumpuan mobilitas tenaga pengajar.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat berkaitan dengan kualitas infrastruktur pendukung.

“Kalau jalan rusak, pendidikan rusak. Itu hubungan yang tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: