Pupuk Kaltim Raih AREA 2026, Angkat Program Cendawan Juara untuk Pemberdayaan Masyarakat

Oleh redaksi

pada Senin, 10 Agustus 2026

Urban Kaltim – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 pada kategori Social Empowerment.

Penghargaan tersebut kembali diraih Pupuk Kaltim atas konsistensinya menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan menciptakan nilai bersama bagi masyarakat serta lingkungan. Capaian ini sekaligus menjadi penghargaan kedelapan yang berhasil diraih Pupuk Kaltim sejak 2019.

Pada AREA 2026, Pupuk Kaltim mengangkat program “Cerdas Dalam Wirausaha Jamur Unggulan untuk Masyarakat Sejahtera (Cendawan Juara)”. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan budidaya jamur yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan kelompok, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan Program Cendawan Juara dilaksanakan di Kelurahan Guntung, Kota Bontang.

Menurutnya, program tersebut selaras dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan dalam pembangunan.

Baca juga  Dispora Kukar Dorong Profesionalisasi Wasit, Sertifikasi Jadi Standar Baru Pengelolaan Pertandingan

“Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim mendorong pendekatan ekonomi sirkular dalam membangun usaha masyarakat yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Rezha

Rezha menjelaskan, Program Cendawan Juara telah berjalan sejak 2025 dan direncanakan mendapat pendampingan hingga 2029.

Pendekatan jangka panjang tersebut dirancang agar kelompok binaan tidak hanya mampu menjalankan budidaya jamur, tetapi juga berkembang menjadi kelompok usaha mandiri dengan tata kelola yang baik serta mampu memperluas manfaat program bagi masyarakat sekitar.

Program ini melibatkan 29 warga, yang mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia di Kelurahan Guntung.

Pemilihan kelompok sasaran dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam kegiatan ekonomi produktif, sekaligus mendorong kontribusi terhadap pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Adapun kegiatan utama program mencakup budidaya jamur, pemanfaatan limbah baglog menjadi pupuk kompos, hingga pengembangan berbagai produk olahan makanan berbahan dasar jamur.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang saling terintegrasi sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan.

Baca juga  Tradisi dan Inovasi Berpadu, Tim Sri Muntai Juara Lomba Begerakan Sahur di IRMA Ramadhan Fair 2025

Para anggota kelompok juga mendapatkan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya jamur, pengelolaan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

“Pendekatan tersebut menjadikan program tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menciptakan rantai nilai ekonomi yang lebih luas,” jelas Rezha.

Sejumlah inovasi juga lahir dari pendampingan Program Cendawan Juara. Salah satunya adalah drum jamur tiram, sebuah inovasi teknologi budidaya yang mampu menampung sekitar 30–35 baglog jamur dalam satu unit.

Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan ruang budidaya. Produktivitasnya juga mencapai hingga 2 kilogram jamur dari setiap baglog selama masa produksi.

Tidak berhenti pada budidaya, kelompok binaan juga memanfaatkan limbah baglog yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi menjadi kompos.

Dari setiap 500 unit limbah baglog, kelompok dapat menghasilkan sekitar 250–300 kilogram kompos matang.

“Pemanfaatan limbah ini juga menciptakan sumber pendapatan baru melalui penjualan kompos, maupun untuk mendukung kegiatan pertanian bagi masyarakat sekitar,” terang Rezha.

Baca juga  Profesional dan Kompak, Wabup Mahyunadi Soroti Kunci Majunya Ormas di Kutim

Di sisi hilir, kelompok binaan mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar jamur dengan nilai tambah lebih tinggi.

Pengembangan produk tersebut menjadi alternatif sumber pendapatan sekaligus memperluas akses pasar, sehingga pendapatan kelompok tidak hanya bergantung pada hasil budidaya jamur.

“Pengembangan seluruh sektor usaha tersebut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Inilah nilai utama yang terus kami bangun,” tambahnya.

Bagi Pupuk Kaltim, capaian pada ajang AREA 2026 menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat.

Program TJSL perusahaan diarahkan untuk menciptakan nilai bersama dengan memberikan manfaat yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang inklusif.

Penghargaan AREA 2026 juga menjadi capaian kedelapan Pupuk Kaltim sejak pertama kali meraih penghargaan tersebut pada 2019.

“Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim ingin menunjukkan bahwa inovasi sosial yang dibangun bersama masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Rezha.

Bagikan: