Beasiswa Kukar 2027 Disiapkan, Siswa PAUD hingga SMP Jadi Sasaran

Oleh redaksi

pada Rabu, 14 Oktober 2026

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merancang perluasan bantuan pendidikan melalui program beasiswa yang diusulkan untuk 2027. Program ini menyasar peserta didik mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar saat ini masih menyusun usulan anggaran dan skema penyalurannya. Artinya, program tersebut belum menjadi kebijakan final karena masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai kriteria penerima dan besaran bantuan. Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan penyusunan program akan mempertimbangkan kondisi peserta didik sekaligus kelayakan satuan pendidikan yang berhak menerima bantuan. “Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujar Heriansyah, Rabu (14/10/2026). Rencana beasiswa ini menjadi salah satu upaya Pemkab Kukar untuk memperluas akses pendidikan dan meringankan pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan belajar anak. Selama ini, pemerintah daerah telah menyediakan sejumlah dukungan pendidikan, di antaranya bantuan seragam, buku sekolah, dan fasilitas pembelajaran. Kehadiran beasiswa baru diharapkan dapat melengkapi program tersebut sehingga bantuan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meski demikian, Disdikbud Kukar masih harus merumuskan mekanisme penyaluran agar program dapat berjalan tepat sasaran. Besaran anggaran, persyaratan penerima, serta bentuk bantuan yang akan diberikan belum ditetapkan. Pemerintah daerah juga perlu memperhitungkan program bantuan pendidikan yang telah berjalan, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sejumlah program yang menjadi perhatian dalam penyelarasan tersebut antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP), Gratispol, dan beasiswa Kukar Idaman Terbaik. Pemetaan diperlukan agar calon penerima dapat ditempatkan sesuai kriteria masing-masing program tanpa menimbulkan bantuan ganda. “Jangan sampai terjadi duplikasi penerima. Nanti semuanya akan kami distribusikan,” ucap Heriansyah. Rencana beasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Shintya Riska Wati, salah seorang wali murid yang anaknya baru memasuki jenjang sekolah dasar, menilai bantuan pendidikan tambahan dapat membantu keluarga yang memiliki penghasilan tidak tetap. Menurutnya, kebutuhan pendidikan anak tidak berhenti pada biaya sekolah. Orang tua juga perlu menyiapkan berbagai keperluan belajar yang pengeluarannya dapat membebani anggaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan pendapatan yang berubah-ubah. “Kalau memang ada beasiswa ini, saya senang sekali. Bisa membantu kami sebagai orang tua, apalagi yang kerjanya serabutan seperti saya, penghasilannya tidak menentu,” ungkap Shintya. Ia mengatakan bantuan seragam dan buku sekolah gratis yang telah diberikan pemerintah selama ini turut mengurangi pengeluaran keluarga. Karena itu, ia berharap rencana beasiswa baru dapat direalisasikan untuk memperluas dukungan bagi kebutuhan pendidikan anak. “Menurut saya, bantuan pemerintah di bidang pendidikan ini luar biasa. Seragam gratis, buku juga gratis. Kalau nanti ada beasiswa lagi, tentu kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu,” katanya. Di luar dukungan pembiayaan, Disdikbud Kukar menilai peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan penguatan tata kelola dan kompetensi tenaga pendidik. Heriansyah menekankan bahwa peran guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran. Guru juga bertanggung jawab membentuk karakter dan memberikan teladan bagi peserta didik. Karena itu, perluasan akses pendidikan melalui bantuan biaya perlu diiringi peningkatan mutu pembelajaran. Dengan begitu, dukungan terhadap peserta didik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga mendorong pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. “Guru yang berkualitas dan memahami cara mendidik lebih penting daripada sekadar mengajar. Kalau mengajar itu sederhana, misalnya mengajarkan satu tambah satu sama dengan dua. Namun, mendidik berarti memberikan contoh atau menjadi teladan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia,” tutur Heriansyah. (Adv)
URBANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merancang perluasan bantuan pendidikan melalui program beasiswa yang diusulkan untuk 2027. Program ini menyasar peserta didik mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar saat ini masih menyusun usulan anggaran dan skema penyalurannya. Artinya, program tersebut belum menjadi kebijakan final karena masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai kriteria penerima dan besaran bantuan. Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan penyusunan program akan mempertimbangkan kondisi peserta didik sekaligus kelayakan satuan pendidikan yang berhak menerima bantuan. “Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujar Heriansyah, Rabu (14/10/2026). Rencana beasiswa ini menjadi salah satu upaya Pemkab Kukar untuk memperluas akses pendidikan dan meringankan pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan belajar anak. Selama ini, pemerintah daerah telah menyediakan sejumlah dukungan pendidikan, di antaranya bantuan seragam, buku sekolah, dan fasilitas pembelajaran. Kehadiran beasiswa baru diharapkan dapat melengkapi program tersebut sehingga bantuan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meski demikian, Disdikbud Kukar masih harus merumuskan mekanisme penyaluran agar program dapat berjalan tepat sasaran. Besaran anggaran, persyaratan penerima, serta bentuk bantuan yang akan diberikan belum ditetapkan. Pemerintah daerah juga perlu memperhitungkan program bantuan pendidikan yang telah berjalan, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sejumlah program yang menjadi perhatian dalam penyelarasan tersebut antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP), Gratispol, dan beasiswa Kukar Idaman Terbaik. Pemetaan diperlukan agar calon penerima dapat ditempatkan sesuai kriteria masing-masing program tanpa menimbulkan bantuan ganda. “Jangan sampai terjadi duplikasi penerima. Nanti semuanya akan kami distribusikan,” ucap Heriansyah. Rencana beasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Shintya Riska Wati, salah seorang wali murid yang anaknya baru memasuki jenjang sekolah dasar, menilai bantuan pendidikan tambahan dapat membantu keluarga yang memiliki penghasilan tidak tetap. Menurutnya, kebutuhan pendidikan anak tidak berhenti pada biaya sekolah. Orang tua juga perlu menyiapkan berbagai keperluan belajar yang pengeluarannya dapat membebani anggaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan pendapatan yang berubah-ubah. “Kalau memang ada beasiswa ini, saya senang sekali. Bisa membantu kami sebagai orang tua, apalagi yang kerjanya serabutan seperti saya, penghasilannya tidak menentu,” ungkap Shintya. Ia mengatakan bantuan seragam dan buku sekolah gratis yang telah diberikan pemerintah selama ini turut mengurangi pengeluaran keluarga. Karena itu, ia berharap rencana beasiswa baru dapat direalisasikan untuk memperluas dukungan bagi kebutuhan pendidikan anak. “Menurut saya, bantuan pemerintah di bidang pendidikan ini luar biasa. Seragam gratis, buku juga gratis. Kalau nanti ada beasiswa lagi, tentu kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu,” katanya. Di luar dukungan pembiayaan, Disdikbud Kukar menilai peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan penguatan tata kelola dan kompetensi tenaga pendidik. Heriansyah menekankan bahwa peran guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran. Guru juga bertanggung jawab membentuk karakter dan memberikan teladan bagi peserta didik. Karena itu, perluasan akses pendidikan melalui bantuan biaya perlu diiringi peningkatan mutu pembelajaran. Dengan begitu, dukungan terhadap peserta didik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga mendorong pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. “Guru yang berkualitas dan memahami cara mendidik lebih penting daripada sekadar mengajar. Kalau mengajar itu sederhana, misalnya mengajarkan satu tambah satu sama dengan dua. Namun, mendidik berarti memberikan contoh atau menjadi teladan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia,” tutur Heriansyah. (Adv)

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merancang perluasan bantuan pendidikan melalui program beasiswa yang diusulkan untuk 2027.

Program ini menyasar peserta didik mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar saat ini masih menyusun usulan anggaran dan skema penyalurannya.

Artinya, program tersebut belum menjadi kebijakan final karena masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai kriteria penerima dan besaran bantuan.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan penyusunan program akan mempertimbangkan kondisi peserta didik sekaligus kelayakan satuan pendidikan yang berhak menerima bantuan.

“Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujar Heriansyah, Rabu (14/10/2026).

Rencana beasiswa ini menjadi salah satu upaya Pemkab Kukar untuk memperluas akses pendidikan dan meringankan pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan belajar anak.

Baca juga  Lama Vakum, Memanda Kutai Panji Berseri Bangkit dan Incar Panggung Nasional

Selama ini, pemerintah daerah telah menyediakan sejumlah dukungan pendidikan, di antaranya bantuan seragam, buku sekolah, dan fasilitas pembelajaran.

Kehadiran beasiswa baru diharapkan dapat melengkapi program tersebut sehingga bantuan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Meski demikian, Disdikbud Kukar masih harus merumuskan mekanisme penyaluran agar program dapat berjalan tepat sasaran.

Besaran anggaran, persyaratan penerima, serta bentuk bantuan yang akan diberikan belum ditetapkan.

Pemerintah daerah juga perlu memperhitungkan program bantuan pendidikan yang telah berjalan, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Sejumlah program yang menjadi perhatian dalam penyelarasan tersebut antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP), Gratispol, dan beasiswa Kukar Idaman Terbaik.

Pemetaan diperlukan agar calon penerima dapat ditempatkan sesuai kriteria masing-masing program tanpa menimbulkan bantuan ganda.

“Jangan sampai terjadi duplikasi penerima. Nanti semuanya akan kami distribusikan,” ucap Heriansyah.

Baca juga  Petani Kesulitan Air dan Akses Panen, Camat Sangatta Selatan Ajukan Program Revitalisasi

Rencana beasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Shintya Riska Wati, salah seorang wali murid yang anaknya baru memasuki jenjang sekolah dasar, menilai bantuan pendidikan tambahan dapat membantu keluarga yang memiliki penghasilan tidak tetap.

Menurutnya, kebutuhan pendidikan anak tidak berhenti pada biaya sekolah.

Orang tua juga perlu menyiapkan berbagai keperluan belajar yang pengeluarannya dapat membebani anggaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan pendapatan yang berubah-ubah.

“Kalau memang ada beasiswa ini, saya senang sekali. Bisa membantu kami sebagai orang tua, apalagi yang kerjanya serabutan seperti saya, penghasilannya tidak menentu,” ungkap Shintya.

Ia mengatakan bantuan seragam dan buku sekolah gratis yang telah diberikan pemerintah selama ini turut mengurangi pengeluaran keluarga.

Karena itu, ia berharap rencana beasiswa baru dapat direalisasikan untuk memperluas dukungan bagi kebutuhan pendidikan anak.

“Menurut saya, bantuan pemerintah di bidang pendidikan ini luar biasa. Seragam gratis, buku juga gratis. Kalau nanti ada beasiswa lagi, tentu kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu,” katanya.

Baca juga  Karang Taruna Kaltim Pastikan Relawan Karhutla Paser Tak Berjuang Sendirian

Di luar dukungan pembiayaan, Disdikbud Kukar menilai peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan penguatan tata kelola dan kompetensi tenaga pendidik.

Heriansyah menekankan bahwa peran guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran. Guru juga bertanggung jawab membentuk karakter dan memberikan teladan bagi peserta didik.

Karena itu, perluasan akses pendidikan melalui bantuan biaya perlu diiringi peningkatan mutu pembelajaran.

Dengan begitu, dukungan terhadap peserta didik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga mendorong pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Guru yang berkualitas dan memahami cara mendidik lebih penting daripada sekadar mengajar. Kalau mengajar itu sederhana, misalnya mengajarkan satu tambah satu sama dengan dua. Namun, mendidik berarti memberikan contoh atau menjadi teladan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia,” tutur Heriansyah. (Adv)

Bagikan: