SANGATTA – Kondisi sektor pertanian di Kecamatan Sangatta Selatan kembali menjadi perhatian setelah keluhan petani mengenai sulitnya aliran air irigasi dan buruknya akses jalan tani semakin sering terdengar.
Dua persoalan mendasar ini telah menghambat produktivitas pertanian dalam beberapa tahun terakhir, membuat hasil panen tidak maksimal dan biaya operasional petani meningkat.
Temuan tersebut diungkapkan dalam rangkaian monitoring lapangan yang dilakukan pemerintah kecamatan pada Kamis (13/11/2025).
Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, menegaskan bahwa persoalan irigasi dan jalan tani harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian sangat ditentukan oleh dua unsur tersebut.
“Kalau irigasinya rusak, air tidak sampai dengan baik, petani pasti rugi dan hasil panen mereka tidak akan optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah saluran irigasi telah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan kurangnya perawatan rutin.
Kondisi ini menyebabkan air tidak mengalir merata ke lahan pertanian, terutama pada musim kemarau ketika pasokan air sangat dibutuhkan.
“Petani sudah sering mengadu. Mereka bilang air tidak mengalir sampai ujung, ini harus kita perbaiki segera agar kebutuhan mereka terpenuhi,” tegasnya.
Selain irigasi, akses jalan tani juga menjadi kendala besar.
Banyak jalan yang rusak, berlubang, berlumpur saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil panen.
Akibatnya, petani harus mengeluarkan energi dan biaya lebih besar untuk membawa hasil pertaniannya ke pasar.
“Waktu saya turun ke lapangan, ada petani yang bilang, ‘Bu, kami lebih capek mengeluarkan hasil daripada menanamnya,’ dan itu tidak boleh terjadi di daerah kita,” ungkap Rusmiati.
Ia menilai bahwa perbaikan jalan tani tidak hanya akan mempermudah aktivitas harian petani, tetapi juga menurunkan biaya logistik, sehingga pendapatan petani berpotensi meningkat.
“Kalau aksesnya bagus, biaya angkut turun, pendapatan petani otomatis naik dan kesejahteraan mereka ikut terdongkrak,” jelasnya.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, pemerintah kecamatan telah mengajukan proposal revitalisasi irigasi dan pengerasan jalan tani kepada OPD terkait.
Rusmiati menyebut bahwa kini pihaknya menunggu penjadwalan pelaksanaan dari pemerintah kabupaten.
“Proposalnya sudah kami masukkan, tinggal menunggu jadwal realisasinya dari dinas terkait,” katanya.
Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar program revitalisasi dapat segera berjalan dan memberi dampak nyata bagi petani.
Rusmiati menekankan bahwa pertanian merupakan identitas masyarakat Sangatta Selatan yang harus dijaga dan dikembangkan bersama.
“Pertanian itu identitas kita. Kalau pemerintah mau hadir serius, saya yakin hasilnya akan luar biasa bagi warga Sangatta Selatan,” tutupnya. (Adv)





