TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Penkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat layanan bagi pelaku usaha kecil. Tahun 2026 mendatang, Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) berencana membangun klinik usaha dan UMKM Center di enam kecamatan sekaligus sebagai wadah promosi, pembinaan, hingga perizinan.
Kabid Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, mengungkapkan bahwa usulan anggaran telah diajukan ke Bappeda. “Jadi masih dalam proses penyusunan renjanya, kalau kemarin kita mengusulkan itu berdasarkan hasil musrembang dan rencana dari kita itu ada enam klinik dan UMKM Center yang kita mau bangun,” sebutnya Selasa (12/8/2025).
Adapun rencana pembanguan UMKM Center tersebut akan dilakukan di Kecamatan Muara Kaman, Kota Bangun, Loa Janan, Anggana, Tenggarong, dan Samboja Barat. “Enam kecamatan yang kita usulkan, dan ini masih dalam proses penelaah dari Bappeda, apakah nanti disetujui semua atau disetujui sebagian,” bebernya.
Sementara itu, untuk tahun 2025 DiskopUKM lebih dulu membangun dua pusat promosi UMKM di kawasan Puja Sera. Tempat ini akan difungsikan sebagai etalase produk-produk unggulan Kukar.
Menurut Fathul, selama ini gerai UMKM yang dikelola pemerintah daerah masih terbatas. Beberapa kecamatan sudah lebih dulu berinisiatif membangun lewat APBD maupun kemitraan CSR. “Kalau untuk yang dikelola oleh pihak kecamatan, itu ada beberapa, baik bersumber murni dari APBD, mulai anggaran kecamatan, maupun ada yang kemitraan dengan CSR. Itu ada di Kecamatan Loa Kulu,” jelasnya.
Sejumlah contoh pun sudah berjalan. Di Loa Kulu, Camat Lajui Merunduk membangun gerai UMKM di kantor kecamatan. Di Anggana, fasilitas serupa hadir berkat anggaran kecamatan. Desa Sungai Meriam memanfaatkan dana CSR, sementara di Muara Jawa, UMKM Center berdiri atas kerja sama dengan Pertamina. Namun, keberjalanannya terkendala kekosongan pengurus.
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan penguatan. Selanjutnya di Muara Badak juga ada, dari pemerintah daerah yang bangun, hanya saja kondisinya lagi rusak berat,” tuturnya. (Adv)





