URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kebocoran lambung kapal di tengah arus deras Sungai Mahakam diduga menjadi penyebab tenggelamnya kapal penyeberangan Feri Fatimah 2 di RT 011 Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 16.15 Wita.
Insiden terjadi saat kapal melintas di perairan dengan arus cukup kuat.
Dalam hitungan menit setelah kebocoran terdeteksi, air masuk ke badan kapal dan membuat kondisi tak terkendali.
Kanit Gakkum Polairud Polres Kutai Kartanegara, Ipda Rio Hedy Wiyatma, membenarkan peristiwa tersebut.
“Peristiwa laka air terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 16.15 Wita di perairan Sungai Mahakam RT 011 Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu,” ujarnya.
Saat kejadian, kapal mengangkut enam penumpang dewasa. Total delapan orang berada di atas kapal, termasuk nahkoda dan satu anak buah kapal.
Seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Berdasarkan keterangan saksi, kapal semula melaju dalam posisi lurus ketika melintasi arus deras.
Situasi berubah ketika terjadi kebocoran mendadak.
Air dengan cepat masuk ke dalam lambung kapal.
Nahkoda sempat menambah kecepatan dengan harapan bisa segera merapat ke dermaga terdekat.
Namun upaya tersebut gagal.
Kapal justru berhenti sekitar 100 meter dari dermaga sebelum akhirnya karam.
“Diduga penyebab laka air akibat kebocoran pada kapal sehingga menyebabkan kapal tenggelam,” jelas Ipda Rio.
Selain membawa penumpang, kapal juga mengangkut tiga unit mobil. Seluruh kendaraan ikut terdampak ketika kapal tenggelam.
Kerugian materiel diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1 miliar, meliputi satu unit kapal feri dan tiga unit mobil.
Satu unit mobil truk bernomor polisi KT 8399 YG telah berhasil dievakuasi ke darat.
Sementara itu, proses evakuasi badan kapal masih berlangsung dengan bantuan kapal Feri Fatimah 3.
Petugas juga berupaya mengangkat kendaraan lain yang masih berada di dalam air.
Hingga kini, aparat kepolisian perairan masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebocoran, termasuk memeriksa kondisi teknis kapal sebelum berlayar serta faktor arus sungai di lokasi kejadian. (UK)





