URBANKALTIM.COM, SAMARINDA – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kawasan Jalan Gunung Pelandu, Kelurahan Sempaja Utara, mendadak berubah mencekam setelah warga menemukan potongan tubuh manusia yang tersebar di lingkungan permukiman pada Sabtu siang.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh dua anak yang sedang bermain di sekitar Gang Nawasari RT 13.
Keduanya menemukan bagian tubuh manusia yang terbungkus karung dan sebagian lainnya tergeletak di semak-semak tidak jauh dari akses jalan warga.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga hingga akhirnya menyebar cepat dan mengundang kepanikan.
Ketua RT setempat, Aang mengatakan dirinya menerima laporan dari warga sebelum kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi tersebut.
Saat tiba di lokasi, ia mendapati potongan tubuh manusia dalam kondisi terpisah di dua titik yang berdekatan.
“Anak-anak dua orang yang menemukan pertama kali,” sebutnya, Sabtu (21/3/2026).
Warga yang tinggal di kawasan tersebut mengaku terkejut lantaran tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
Lingkungan Gunung Pelandu dikenal sebagai kawasan permukiman tertutup dengan satu akses keluar masuk sehingga relatif sepi dari lalu lintas orang luar.
“Lokasi ini memang jarang dilintasi dan hanya ada satu akses keluar masuk warga. Tidak ada tembusan lain,” terangnya.
Sementara itu, pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil penyisiran awal, petugas menemukan total tujuh potongan tubuh yang terdiri dari kepala, dua tangan, dua kaki, bagian paha, dan badan.
Pamapta I Polresta Samarinda Ipda Mat Bahri mengonfirmasi bahwa seluruh bagian tubuh tersebut ditemukan dalam radius sekitar 70 hingga 100 meter.
“Ada tujuh potongan tubuh yang ditemukan di dua lokasi yang berdekatan. Terdiri dari kepala, dua kaki, dua tangan, paha, dan bagian badan,” tutur Ipda Mat Bahri.
Ia menambahkan, untuk sementara seluruh bagian tubuh korban telah ditemukan dan diamankan oleh petugas.
“Untuk sementara, organ tubuh yang ditemukan sudah lengkap,” tambahnya.
Berdasarkan temuan tersebut, polisi mengonfirmasi bahwa korban merupakan seorang perempuan.
“Identitasnya sementara dikategorikan sebagai Mrs.X (Perempuan),” ucapnya.
Selain potongan tubuh, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban serta dua karung yang diduga digunakan pelaku untuk membungkus bagian tubuh.
Namun hingga kini, senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut belum ditemukan.
Polisi menduga kuat korban mengalami kekerasan berat sebelum akhirnya dimutilasi.
Dugaan tersebut menguat berdasarkan kondisi tubuh korban yang menunjukkan indikasi penganiayaan sebelum pemotongan dilakukan.
“Dugaan awal korban mengalami penganiayaan berat sebelum di mutilasi,” terangnya.
Kini, seluruh bagian tubuh korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Termasuk juga akan dilakukan uji DNA guna mengungkap identitas korban secara pasti.
Saat ini, Satreskrim Polresta Samarinda masih melakukan penyelidikan intensif dengan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi serta menelusuri kemungkinan jejak pelaku.
Polis juga tengah memintai keterangan sejumlah saksi di sekitar TKP guna melacak jejak pelaku.
“Saat ini Polresta Samarinda tengah melakukan penyidikan mendalam guna mengungkap pelaku,” tutupnya. (UK)





