URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Penghargaan Satyalancana Karya Satya yang diterima ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Kutai Kartanegara (Kukar) tidak dimaknai sebagai seremoni semata.
Di balik penghargaan tersebut, tersimpan pesan penting tentang integritas, disiplin, dan keteladanan dalam birokrasi.
Sebanyak 370 ASN menerima Satyalancana Karya Satya sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka selama 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun di lingkungan pemerintahan.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan, penghargaan yang diberikan merupakan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia.
Karena itu, penerimanya tidak hanya dinilai dari lamanya masa kerja, tetapi juga rekam jejak selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Menurut Aulia, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa penerima mampu menjaga kinerja, disiplin, serta loyalitas selama bertahun-tahun mengabdi kepada negara dan masyarakat.
“Satyalancana Karya Satya bukan sekadar penghargaan atas masa kerja,” ujar Aulia saat penyerahan penghargaan, Rabu (17/6/2026).
Aulia menjelaskan, tidak semua ASN secara otomatis dapat menerima Satyalancana Karya Satya.
Penghargaan itu diberikan kepada aparatur yang memiliki catatan kinerja baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin selama masa pengabdiannya.
Selain itu, para penerima dinilai mampu menunjukkan komitmen tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
“Penghargaan ini diberikan kepada ASN yang memiliki prestasi kerja baik, tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin, serta senantiasa menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin, loyalitas, dan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ia menilai penghargaan tersebut menjadi simbol penting dalam membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan birokrasi daerah.
Ketika integritas dan kedisiplinan mendapat apresiasi, maka semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik akan semakin kuat.
Karena itu, para penerima Satyalancana diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi.
Mereka diminta mengambil peran lebih besar sebagai teladan bagi ASN lainnya.
Aulia mengatakan, ASN yang menerima penghargaan memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan etos kerja yang baik dalam keseharian.
Keteladanan itu dinilai penting untuk menciptakan budaya kerja yang sehat dan profesional di setiap organisasi perangkat daerah.
Menurutnya, penghargaan yang diterima harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, bukan justru merasa telah mencapai titik akhir.
Pemerintah Kabupaten Kukar berharap semangat para penerima Satyalancana dapat menular kepada pegawai lainnya.
Dengan begitu, budaya disiplin, profesionalisme, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dapat semakin mengakar di lingkungan pemerintahan.
“Mereka diharapkan mampu memberikan contoh yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara,” ujar Aulia.
Ia berharap keteladanan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi birokrasi Kukar ke depan.
“Harapan kami, semangat dan keteladanan para penerima penghargaan ini dapat menular kepada ASN lainnya,” tutupnya. (UK)





