Warga Gotong Royong Tambal Jalan Nasional

Oleh redaksi

pada Selasa, 7 April 2026

Suasana perbaikan jalan oleh warga Loa Kulu Kota. (Istimewa)

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Warga Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), memilih bertindak saat jalan nasional di wilayah mereka rusak dan belum tertangani. Jalan berlubang yang kerap membahayakan pengendara itu akhirnya diperbaiki secara swadaya melalui gotong royong.

Inisiatif tersebut berawal dari banyaknya laporan warga kepada Ketua RT hingga pemerintah desa. Keluhan itu kemudian dibahas dalam rembuk warga di RT 12 yang sepakat untuk melakukan perbaikan bersama.

Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rijali, mengatakan pemerintah desa merespons laporan tersebut dengan memberikan izin kepada warga untuk melakukan gotong royong. Kegiatan ini sendiri dilakukan warga secara swadaya sejak Sabtu (4/4/2026) lalu.

Namun, ada batasan karena status jalan merupakan jalan nasional yang tidak bisa diubah secara permanen.

Baca juga  Borneo FC Panaskan Bursa Transfer, Marcos Astina Resmi Jadi Amunisi Baru

Ia menjelaskan, warga sempat mengusulkan pembongkaran aspal untuk memperkuat struktur jalan. Namun rencana itu tidak disetujui karena melampaui kewenangan warga.

“Namanya ada laporan masyarakat, ya kita tanggapi. Dari RT 12 mengusulkan gotong royong, saya bilang silakan, tapi kita harus paham status jalannya,” ujar Rijali.

Warga akhirnya sepakat melakukan perbaikan dengan cara menambal bagian jalan yang rusak menggunakan metode pengecoran sederhana. Pendanaan dilakukan secara iuran yang diumumkan melalui media sosial RT.

Partisipasi warga cukup tinggi. Sebagian menyumbang uang, sebagian lainnya menyediakan material seperti semen dan tenaga kerja.

Dana tunai yang terkumpul mencapai sekitar Rp3.700.000. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan teknis di lapangan, sementara konsumsi bagi pekerja disiapkan oleh ibu-ibu PKK.

Baca juga  Diapora Kukar Tekankan Sportivitas dan Mental Juara Pada Atlet yang Akan Berlaga di POPDA

“Awalnya ada yang mau mengupas aspal supaya lebih kuat, tapi saya bilang jangan. Kita hanya bisa menambal di atasnya,” kata Rijali.

Perbaikan dilakukan selama tiga hari pada akhir pekan. Hingga kini, pengerjaan di wilayah Saratika telah selesai.

Menurut Rijali, kerusakan jalan bukan hanya disebabkan oleh lubang. Struktur badan jalan yang menurun serta abrasi di sisi jalan membuat kondisi semakin rentan.

Selain itu, sistem drainase yang tidak berfungsi menyebabkan air melimpas ke badan jalan. Gorong-gorong yang tertutup membuat aliran air tidak berjalan optimal.

Kondisi tersebut diperparah dengan lalu lintas kendaraan berat, termasuk angkutan perusahaan, yang melintas di jalur tersebut.

Ia menilai, jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan. Kekhawatiran itu menjadi salah satu alasan warga memilih untuk bertindak.

Baca juga  Bangun Rejo Genjot Wisata Desa, Taman Kulut dan Mahoni Siap Jadi Magnet Pengunjung

“Kalau kita hanya mengeluh terus, nanti kalau ada korban lagi bagaimana? Ini jalan kita pakai juga, keluarga kita juga lewat di situ,” ujar Rijali.

Pemerintah desa tetap berharap adanya penanganan permanen dari instansi terkait. Rijali mengaku telah melaporkan sejumlah titik kerusakan, termasuk gorong-gorong ambles di depan kantor desa.

Menurutnya, respons dari pihak balai cukup positif. Namun, keterbatasan informasi di tingkat pusat membuat laporan dari daerah menjadi penting.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi jalan yang rusak agar dapat segera ditangani oleh pihak berwenang.

“Kalau hanya menunggu, lubang di pinggir jalan itu bisa membahayakan. Paling tidak kita mulai dari yang bisa kita lakukan,” tutupnya. (UK)

Bagikan: