Iran Klaim AS Bombardir Pesawat dan Personelnya Sendiri dalam Operasi Gagal

Oleh redaksi

pada Senin, 6 April 2026

Juru Bicara Komando Militer Gabungan Iran, Ebrahim Zolfaghari (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Iran menuding Amerika Serikat sengaja membombardir pesawat dan personel militernya sendiri dalam sebuah operasi yang disebut gagal di wilayah Iran. Tuduhan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, pada Minggu (5/4/26). Ia menyebut langkah itu dilakukan untuk menutupi kegagalan operasi sekaligus menjaga citra pemerintah Amerika Serikat.

Zolfaghari menjelaskan bahwa pasukan Iran sebelumnya berhasil mengepung kekuatan militer AS yang berada di wilayahnya. Kondisi itu disebut membuat posisi pasukan AS melemah dan terdesak.

Baca juga  Ibu Asal Cimahi Somasi RSHS Bandung Usai Bayi Nyaris Tertukar

Dalam situasi tersebut, Iran menilai AS memilih langkah ekstrem dengan menghancurkan aset militernya sendiri. Langkah itu disebut untuk menghindari dampak politik yang lebih besar.

Ia juga menyinggung faktor kepemimpinan di Amerika Serikat. Menurutnya, keputusan tersebut tidak lepas dari upaya menjaga reputasi Presiden AS di mata publik.

“Setelah pengepungan musuh diselesaikan, maka AS terpaksa melakukan pengeboman besar-besaran terhadap pesawat, peralatan, dan personelnya sendiri yang jatuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah rasa malu bagi Presiden AS Donald Trump,” kata Zolfaghari.

Baca juga  Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, Tunggu Keputusan FIFA

Iran secara terbuka mengaitkan tindakan tersebut dengan upaya menjaga citra Presiden AS Donald Trump. Tuduhan ini memperlihatkan bagaimana konflik tidak hanya berlangsung secara militer, tetapi juga dalam narasi politik.

Menurut Iran, kehancuran pesawat dan personel itu dilakukan agar tidak menjadi simbol kekalahan di lapangan. Hal ini dinilai penting bagi pemerintah AS di tengah sorotan global.

Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut. Informasi yang beredar masih bersumber dari pernyataan pihak Iran.

Baca juga  Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, Jalur Minyak Dunia Terancam

Tuduhan ini muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Serangan dan saling klaim terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi ini menunjukkan bahwa perang tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga dalam perang informasi. Klaim dan kontra klaim menjadi bagian dari strategi masing-masing pihak. (UK)

Bagikan: