URBANKALTIM.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran dalam upaya mencapai kesepakatan terkait konflik di Timur Tengah. Batas waktu itu jatuh pada Selasa (7/4/26).
Trump menyebut pembicaraan dengan Iran sejauh ini berjalan cukup baik. Namun ia menegaskan bahwa waktu yang tersedia sangat terbatas.
Dalam pernyataannya, Trump menekankan pentingnya kesepakatan yang mencakup kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Menurut dia, kelancaran arus minyak menjadi kepentingan global yang tidak bisa ditawar. Hal itu juga menjadi salah satu poin utama dalam negosiasi dengan Iran.
“Kita ingin lalu lintas minyak yang bebas,” kata Trump.
Trump juga memberi sinyal keras jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu yang ditentukan. Ia menyebut Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan, termasuk melalui serangan terhadap infrastruktur utama Iran.
Sebelumnya, ia menegaskan kemampuan militer AS untuk melumpuhkan fasilitas penting dalam waktu singkat. Pernyataan ini mempertegas posisi Washington dalam negosiasi yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Iran telah memberikan peringatan akan membalas jika serangan benar-benar menyasar infrastruktur sipil. Respons tersebut berpotensi memperburuk konflik yang kini telah memasuki bulan kedua.
Ketegangan ini turut berdampak pada pasar minyak global. Selat Hormuz menjadi titik krusial karena sebagian besar pasokan energi dunia melintasi kawasan tersebut.
Situasi yang belum menentu membuat kekhawatiran terhadap krisis energi global semakin meningkat. Jika negosiasi gagal, eskalasi konflik dinilai sulit dihindari.
“Kita ingin lalu lintas minyak yang bebas,” kata Trump. (UK)





