URBANKALTIM.COM – Insiden penembakan yang terjadi dalam acara White House Correspondents Dinner kembali memunculkan fakta baru. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap satu petugas keamanan sempat terkena tembakan dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, petugas tersebut dipastikan selamat. Ia terlindungi oleh rompi antipeluru yang dikenakannya saat bertugas.
Trump menyampaikan bahwa kondisi petugas dalam keadaan baik setelah insiden. Ia bahkan sempat berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan.
“Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dan dia baik-baik saja,” ujar Trump, Sabtu (25/4/2026).
Trump juga menyebut petugas tersebut dalam kondisi semangat. Ia menilai keberanian petugas menjadi bentuk dedikasi dalam menjalankan tugas pengamanan.
Selain kondisi korban, Trump turut menegaskan bahwa pelaku penembakan tidak terkait dengan kelompok atau jaringan tertentu. Ia menyebut pelaku sebagai aksi tunggal.
Menurutnya, tidak ada indikasi keterkaitan dengan konflik global, termasuk isu ketegangan dengan Iran. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang sempat berkembang.
“Menurut pendapat saya, dia adalah pelaku tunggal,” kata Trump.
Insiden ini kembali memunculkan pertanyaan terkait keamanan acara yang dihadiri pejabat tinggi tersebut. Padahal, sistem pengamanan sudah diterapkan secara berlapis.
Para tamu sebelumnya diwajibkan melewati pemeriksaan ketat sebelum masuk ke area utama. Pengamanan juga dilakukan di sekitar lokasi acara.
Namun, kejadian ini menunjukkan adanya celah yang masih bisa dimanfaatkan pelaku. Trump bahkan menyoroti lokasi acara yang dinilainya kurang aman.
“Ini bukan bangunan yang sangat aman,” ujar Trump.
Penembakan diketahui terjadi di area skrining di luar lokasi utama acara. Saat kejadian, Trump berada di dalam ruangan bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Petugas dari United States Secret Service langsung mengamankan situasi dan mengevakuasi presiden. Tersangka penembakan juga telah berhasil ditahan.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat keamanan setempat. Sementara itu, perhatian publik tertuju pada evaluasi sistem keamanan acara kenegaraan di Amerika Serikat. (UK)





