URBANKALTIM.COM – Viral di media sosial video yang menampilkan deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kondisi masih terbungkus plastik. Temuan ini langsung memicu sorotan publik, terutama setelah harga unitnya disebut mencapai puluhan juta rupiah.
Informasi harga tersebut menguat setelah penelusuran pada situs resmi produsen. Motor listrik yang diduga serupa yakni Emmo JVX GT dibanderol sekitar Rp56,8 juta, sementara Emmo JVH Max berada di kisaran Rp48,8 juta per unit.
Besarnya nilai pengadaan motor listrik ini memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang mempertanyakan urgensi penggunaan anggaran untuk kendaraan operasional dengan harga tinggi di tengah program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
Perbincangan semakin meluas karena pengadaan motor listrik tersebut dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dikenal sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Sejumlah warganet menilai anggaran tersebut seharusnya bisa lebih difokuskan pada kebutuhan utama program. Namun di sisi lain, ada pula yang menilai kendaraan operasional tetap dibutuhkan untuk menunjang distribusi dan koordinasi di lapangan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana kemudian memberikan penjelasan terkait polemik yang berkembang. Ia menegaskan pengadaan motor listrik memang telah direncanakan dalam anggaran tahun 2025.
Motor tersebut, kata dia, akan digunakan sebagai kendaraan operasional bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah. Fungsinya untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan agar berjalan lebih efektif.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025,” ujar Dadan, Selasa (7/4/26).
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini kendaraan tersebut belum didistribusikan. Prosesnya masih menunggu tahapan administrasi sebagai Barang Milik Negara sebelum dapat digunakan secara resmi.
“Motor tersebut belum dibagikan,” ujar Dadan.
Di tengah polemik yang berkembang, muncul pula informasi yang menyebut jumlah pengadaan motor listrik mencapai 70 ribu unit. Kabar ini ikut memperkeruh perdebatan di ruang publik.
Dadan membantah angka tersebut dan menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. Ia menjelaskan realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025 sesuai kebutuhan operasional.
Menurut dia, total motor listrik yang sudah direalisasikan hingga kini mencapai 21.801 unit dari rencana pemesanan sebanyak 25 ribu unit.
“Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan pada 2025,” ujar Dadan. (UK)





