Kemhan Sebut Pembelian Jet Tempur KAAN Pakai Skema Utang

Oleh redaksi

pada Rabu, 8 April 2026

Jet tempur KAAN buatan Turkiye (Istimewa)

URBANKALTIM.COM, JAKARTA – Kementerian Pertahanan menyebut pembelian jet tempur KAAN dari Turki dilakukan melalui skema pinjaman luar negeri. Mekanisme ini digunakan untuk mendukung pengadaan alutsista strategis dengan nilai besar.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan kontrak awal pembelian KAAN saat ini masih dalam proses aktivasi. Proses tersebut dilakukan bersama Kementerian Keuangan melalui skema Pinjaman Luar Negeri.

Rico menyebut jumlah awal pengadaan masih terbatas dan akan direalisasikan secara bertahap. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kesiapan anggaran serta kebutuhan operasional TNI.

“Terkait pesawat tempur KAAN. Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme PLN bersama Kemenkeu,” ujar Rico, Jumat (3/4/26).

Baca juga  Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal, Iran Murka Usai Israel Gempur Lebanon

Skema pinjaman ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan untuk pengadaan alutsista bernilai tinggi. Pemerintah menilai cara tersebut memungkinkan modernisasi pertahanan tetap berjalan tanpa membebani anggaran secara langsung.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries. Kesepakatan tersebut diteken dalam ajang pameran pertahanan internasional di Istanbul pada 2025.

Penandatanganan kontrak disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antar pemerintah yang telah dilakukan sebelumnya.

Baca juga  AS Siapkan Pabrik Mobil Jadi Basis Senjata, Indikasi Krisis Persenjataan

Selain pengadaan alutsista, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Pemerintah menilai kerja sama ini membuka peluang transfer teknologi dan pengembangan kapasitas lokal.

Kepala Biro Informasi Pertahanan sebelumnya, Frega Wenas Inkiriwang, menyebut kontrak tersebut tidak hanya berfokus pada pembelian. Ada target jangka panjang untuk membangun basis industri pertahanan di Indonesia.

Menurutnya, kemitraan ini diharapkan memberikan manfaat strategis bagi kedua negara. Indonesia tidak hanya memperoleh teknologi, tetapi juga kesempatan mengembangkan industri dalam negeri.

Baca juga  Gencatan Senjata 45 Hari Jadi Kunci Damai Iran-AS, Selat Hormuz Siap Dibuka

“Basis industri lokal yang akan dibentuk di Indonesia diharapkan menjadi bukti nyata dari kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar Frega.

Pengadaan jet tempur KAAN akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah memastikan prosesnya disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan kebutuhan pertahanan nasional.

“Terkait pesawat tempur KAAN. Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme PLN bersama Kemenkeu,” kata Rico. (UK)

Bagikan: