Israel Disebut “Kanker”, Pernyataan Menhan Pakistan Ganggu Upaya Damai Iran-AS

Oleh redaksi

pada Minggu, 12 April 2026

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif (Istimewa)

URBANKALTIM.COM, ISLAMABAD – Pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif yang menyebut Israel sebagai “kanker” memicu ketegangan jelang perundingan damai Iran dan Amerika Serikat. Ucapan itu mencuat saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah dialog penting tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui media sosial X. Meski kemudian dihapus, isi unggahan itu terlanjur menyebar luas dan memantik reaksi internasional.

Situasi ini dinilai dapat memengaruhi posisi Pakistan sebagai mediator. Apalagi, perundingan Iran dan Amerika Serikat berlangsung dalam suasana geopolitik yang masih sangat sensitif.

Dalam unggahannya, Asif melontarkan kritik keras terhadap Israel. Ia menyebut negara itu sebagai iblis dan kutukan bagi kemanusiaan.

Baca juga  Operasi Penyelamatan Pilot AS Berujung Serangan, Iran Klaim Hancurkan 3 Armada

Ia juga menyinggung rangkaian konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Mulai dari Gaza, Iran, hingga Lebanon disebut sebagai bagian dari eskalasi kekerasan yang melibatkan Israel.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap keras yang ia tunjukkan di ruang publik. Sabtu (11/4/2026)

“Warga tak bersalah telah dibunuh oleh Israel… pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” tulis Asif.

Tak berhenti di situ, ia juga menyampaikan pernyataan bernada sangat keras terkait keberadaan Israel di Palestina. Ucapan ini kemudian menjadi sorotan utama dalam polemik yang berkembang.

Baca juga  Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal, Iran Murka Usai Israel Gempur Lebanon

“Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini, terbakar di neraka,” ucapnya.

Pernyataan tersebut langsung menuai respons dari pemerintah Israel. Kantor Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu menilai ucapan itu sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

Mereka menegaskan bahwa pernyataan semacam itu bertentangan dengan prinsip diplomasi. Terlebih, Pakistan tengah memposisikan diri sebagai pihak penengah dalam perundingan damai.

“Seruan untuk pemusnahan Israel adalah hal yang keterlaluan, tidak dapat ditoleransi,” demikian pernyataan mereka.

Baca juga  Emas Antam Cetak Rekor Baru, Harga Tembus Rp3 Juta per Gram

Kecaman juga datang dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar. Ia menilai pernyataan Asif sebagai bentuk fitnah anti-Semit yang terang-terangan.

Menurut dia, penyebutan Israel sebagai penyakit kanker sama saja dengan menyerukan pemusnahan. Pernyataan tersebut dinilai berbahaya di tengah upaya meredakan konflik.

“Israel akan membela diri terhadap teroris yang bersumpah untuk menghancurkannya,” ujar Sa’ar.

Hingga kini, Asif belum menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya. Meski cuitan telah dihapus, polemik yang muncul masih terus bergulir di tingkat internasional. (UK)

Bagikan: