Lebih dari 4.000 Peserta Magang Nasional Tidak Aktif, Ini Alasannya

Oleh redaksi

pada Jumat, 24 April 2026

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Lebih dari 4.000 peserta Program Magang Nasional Batch I tercatat tidak aktif hingga akhir pelaksanaan. Kondisi ini terjadi meski jumlah peserta awal yang lolos seleksi mencapai lebih dari 16 ribu orang.

Data tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi. Ia menyebut dari total 16.112 peserta, hanya 11.949 orang yang bertahan sampai akhir program, Jumat (24/4/2026).

Anwar menjelaskan penurunan jumlah peserta merupakan bagian dari dinamika pelaksanaan program. Sebagian peserta memilih mengundurkan diri sebelum program selesai.

Baca juga  Bekali Pentingnya Manfaat Bambu, Otorita IKN Sampaikan Ini ke Masyarakat Sekitar

Menurut dia, salah satu penyebab utama adalah peserta sudah lebih dulu mendapatkan pekerjaan. Banyak dari mereka sebelumnya memang telah melamar ke berbagai perusahaan.

“Namun dalam perjalanannya, jumlah peserta aktif mengalami pengurangan,” ujar Anwar.

Ia kemudian menegaskan bahwa sebagian peserta yang keluar justru karena diterima sebagai karyawan tetap di tempat lain.

“Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan,” kata Anwar.

Program ini melibatkan partisipasi besar dari dunia usaha. Tercatat sebanyak 1.185 perusahaan ikut serta dalam penyelenggaraan magang.

Baca juga  Nilai Investasi RDMP Balikpapan Capai Rp 123 Triliun, Bahlil Sebut Bisa Hemat Devisa Rp60 Triliun

Selain itu, terdapat 5.267 mentor yang mendampingi peserta selama program berlangsung. Keterlibatan ini menunjukkan dukungan luas dari sektor industri terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengungkapkan program ini juga menghasilkan dampak positif. Salah satunya terlihat dari banyaknya peserta yang langsung direkrut perusahaan.

Ia menyebut sekitar 20 hingga 30 persen peserta telah mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti program. Angka tersebut masih dalam tahap pendataan lebih lanjut.

“Berdasarkan monitoring yang kita lakukan, respons dari perusahaan sangat baik,” ujar Yassierli.

Baca juga  Antrean Haji Puluhan Tahun, Wacana War Tiket Muncul sebagai Solusi

Meski tidak semua perusahaan bisa langsung merekrut, minat terhadap peserta magang dinilai tinggi. Beberapa perusahaan bahkan menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama di masa mendatang.

Yassierli optimistis para peserta memiliki peluang karier yang baik. Penilaian positif dari perusahaan menjadi modal penting bagi mereka di dunia kerja.

“Tapi tentu kalau adik-adik peserta magang sudah dinilai baik oleh perusahaan, saya yakin mereka bisa sukses di masa depan,” ujar Yassierli. (UK)

Bagikan: