Iran Tolak Normalisasi Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS dan Israel

Oleh redaksi

pada Senin, 27 April 2026

Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Iran menegaskan tidak akan mengembalikan kondisi Selat Hormuz seperti sebelum konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini menandai sikap keras Teheran di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad menyebut keputusan tersebut merupakan perintah langsung dari pemimpin revolusi Iran. Sikap ini disampaikan di tengah upaya diplomasi yang masih berjalan pada Minggu (26/4/2026).

Iran menilai kondisi Selat Hormuz telah berubah secara permanen sejak konflik pecah. Jalur strategis yang menjadi salah satu titik penting distribusi energi dunia itu kini berada dalam kendali ketat Teheran.

Baca juga  Kapal Pertamina Belum Bisa Lewat Hormuz, Diplomasi RI Terhadap Terus Jalan

Sejak perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada akhir Februari, Iran memperkuat posisinya di kawasan tersebut. Situasi semakin memanas setelah adanya blokade angkatan laut Amerika Serikat pada pertengahan April.

“Kami sama sekali tidak akan mengembalikan Selat Hormuz ke keadaan sebelumnya, karena ini adalah perintah dari Pemimpin Revolusi Islam,” ujar Nikzad.

Baca juga  Harga Emas Antam Terjun Bebas, Penurunan Hari Ini Capai Rp50.000 per Gram

Kebijakan ini berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas pasokan energi global. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, khususnya menuju kawasan Asia.

Di tengah ketegangan tersebut, Iran dan Amerika Serikat sempat melakukan pembicaraan. Pertemuan berlangsung di Islamabad dengan mediasi Pakistan.

Namun, negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Upaya lanjutan masih diupayakan, meski situasi di lapangan belum menunjukkan tanda mereda.

Baca juga  Trump Ultimatum Hancurkan Iran dalam Waktu 4 Jam, Anggota Dewan Iran: Biarkan Dia Ngoceh!

Gencatan senjata sempat diberlakukan selama dua minggu sejak awal April. Kesepakatan itu kemudian diperpanjang, namun belum cukup untuk meredakan ketegangan secara menyeluruh.

Pernyataan Iran yang menolak normalisasi Selat Hormuz menjadi sinyal kuat bahwa konflik belum akan berakhir dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan di kawasan tersebut.

“Kami sama sekali tidak akan mengembalikan Selat Hormuz ke keadaan sebelumnya,” ujar Nikzad. (UK)

Bagikan: