Blokade AS Jebol, Tanker China Lolos dari Selat Hormuz

Oleh redaksi

pada Rabu, 15 April 2026

Selat Hormuz (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz mulai menunjukkan celah. Sebuah kapal tanker asal China dilaporkan berhasil menembus jalur vital tersebut di tengah pengawasan ketat militer AS.

Kapal bernama Rich Starry itu tercatat melintas pada Selasa (14/4/2026). Data pelayaran yang dikutip Reuters menunjukkan kapal ini menjadi yang pertama berhasil keluar dari Teluk sejak blokade diberlakukan.

Berdasarkan data pelacakan dari LSEG, MarineTraffic, dan Kpler, pergerakan kapal terpantau secara real time. Kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 250.000 barel metanol dari pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab.

Baca juga  Trump Umumkan Gencatan Senjata AS-Iran Selama 2 Pekan, Ini Syaratnya

Kapal ini sebelumnya telah masuk daftar sanksi pemerintah AS. Pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, dituduh melakukan transaksi energi dengan Iran.

Hingga laporan ini disusun, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait keberhasilan menembus blokade tersebut.

Tak hanya Rich Starry, kapal lain bernama Murlikishan juga terpantau bergerak menuju Selat Hormuz. Kapal tersebut dijadwalkan memuat bahan bakar minyak di Irak dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga  Serangan Drone Guncang Kilang Minyak Kuwait, Kebakaran Tak Terhindarkan

Murlikishan diketahui memiliki rekam jejak pengangkutan energi dari wilayah konflik, termasuk Rusia dan Iran. Hal ini membuat kapal tersebut menjadi salah satu target pengawasan dalam blokade AS.

Situasi ini terjadi di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah serangan udara besar yang melibatkan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

Baca juga  UI Ambil Tindakan, 16 Mahasiswa Terduga Pelecehan Dinonaktifkan Sementara

Upaya gencatan senjata sempat dilakukan untuk membuka ruang negosiasi damai. Namun perundingan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan.

Kondisi tersebut mendorong AS memperketat blokade terhadap jalur pelayaran dan pelabuhan terkait Iran. Meski begitu, keberhasilan kapal tanker China menembus Selat Hormuz menjadi sinyal bahwa pengawasan belum sepenuhnya efektif. (UK)

Bagikan: