TENGGARONG – Sungai Mahakam bukan hanya urat nadi kehidupan warga, tetapi juga sumber penghasilan utama bagi nelayan Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai. Dari sungai inilah berbagai jenis ikan segar seperti nila, haruan, rempang, hingga biawan ditangkap setiap hari.
Muhammad Rahman, nelayan setempat, mengaku dalam sehari bisa mendapatkan 5–10 kilogram ikan. Sebagian hasil tangkapan dijual segar, namun sebagian lain diolah menjadi produk yang lebih bernilai. “Hasil tangkapan ikan ini tak dijual seluruhnya, tapi ikan itu sebagian akan diolah menjadi ikan asin,” katanya Sabtu (19/7/2025).
Menurutnya, pengolahan ikan asin relatif sederhana. Ikan dibersihkan, direndam dengan garam selama dua hari, lalu dijemur hingga kering. “Sekali memproduksi ikan asin sekitar 5 kilogram dan dipasarkan di area Kecamatan Muara Muntai saja,” ucapnya.
Dari usaha itu, Rahman mampu meraup Rp5–7 juta per bulan. Jika digabung dengan hasil penjualan ikan segar, pendapatan bisa mencapai Rp9 juta. Meski begitu, ada tantangan besar yang dihadapi, terutama ketersediaan ikan yang sangat bergantung pada musim.
“Harga ikan asin yang dijual bervariasi tergantung dari jenisnya, mulai dari Rp25 ribu–70 ribu,” ujarnya.
Ia menegaskan, nelayan sangat bergantung pada Sungai Mahakam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, ia berharap tidak ada praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak habitat.
“Kami berharap, tak ada masyarakat yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Karena itu dapat merusak habitat ikan yang ada,” sebutnya.
Selain dipasarkan di Muara Muntai, ikan asin juga ditampung sejumlah pengepul untuk kemudian dijual hingga ke luar Kalimantan. Hal ini menunjukkan potensi besar produk olahan lokal yang bisa menembus pasar lebih luas.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah, Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kukar, Fathul Alamin, menegaskan pemerintah daerah siap memberikan dukungan.
“Kita siap memfasilitasi pelaku usaha lokal, termasuk pengelolaan ikan asin. Tapi ketika kita berusaha mempromosikan lebih luas, pelaku usaha itu harus siap menerima permintaan yang tinggi nantinya,” sebutnya. (Adv)





