Diskop UKM Kukar Dorong Koperasi Disabilitas, Batik Lokal Siap Tembus Pasar Internasional

Oleh redaksi

pada Kamis, 7 Agustus 2025

Pelatihan Bagi Disabilitas (Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Penkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, inisiatif baru diluncurkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi komunitas disabilitas lewat pembentukan koperasi khusus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menegaskan bahwa gagasan koperasi ini lahir dari semangat para penyandang disabilitas yang ingin berdikari. “Membangun koperasi khusus, nah itu saya tawarkan jika memang itu perlu kita buat atau kita bentuk koperasi khusus disabilitas. Sehingga ada usaha-usaha lain yang bisa dilakukan secara komunitas bisa mereka lakukan,” ujarnya. (7/8/2025).

Baca juga  Bangun Akses Pendidikan Merata, Bupati Kutim Prioritaskan Lahan untuk Sekolah Rakyat

Menurut Thaufiq, usulan ini sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap program BERDIKARI. Meski pembentukan koperasi akan diserahkan pada kesepakatan anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kukar, pemerintah siap memfasilitasi bila disetujui.

Kekaguman Thaufiq bertambah ketika mengetahui produk unggulan karya disabilitas Kukar, yakni ukiran kain batik, berhasil menembus pasar internasional dan akan segera dipasarkan ke Jerman. Hal ini membuktikan kualitas karya lokal tidak kalah bersaing dengan produk luar daerah.

Baca juga  Pelantikan PPPK Ditunda, Pemkab Kukar Dorong Kewenangan Pengangkatan Dikembalikan ke Daerah

Tak hanya koperasi, Thaufiq juga mendorong terwujudnya rumah produksi batik di Kukar. Selama ini, proses pembuatan batik dari pengrajin lokal, termasuk penyandang disabilitas, masih bergantung pada fasilitas di Pulau Jawa.

“Memang rumah produksi batiknya di Kukar ini akan kita terus upayakan mungkin tidak tahun ini karena memang keterbatasan anggaran tapi akan kita wujudkan itu. Jadi talent-talent mereka yang sudah kita latih membatik tadi akan kita kembangkan fasilitasi dengan adanya rumah produksi di Kutai Kartanegara tidak diproduksi di luar,” tegasnya.

Baca juga  DP3A Kukar Genjot Akses Layanan SAPA 129 untuk Tangani Kasus Kekerasan

Dengan adanya rumah produksi batik, para pengrajin difabel diharapkan memiliki ruang untuk terus berkarya. “Sehingga keinginan mereka untuk terus berkreativitas tadi ada tempatnya ini dan nanti kan hasilnya kita daerah juga yang nanti menggunakan itu. Dengan rasa bangga bahwa ini produksi Kutai, dipakai oleh orang Kutai, dan ada di Kutai Kananegara akan dipasarkan sampai pasar internasional,” timpal Thaufiq. (Adv)

Bagikan: