Menuju Sistem Terintegrasi, Dispora Kukar Genjot Aplikasi Satu Data Olahraga

Oleh redaksi

pada Sabtu, 1 November 2025

Aplikasi Satu Data Dispora Kukar (Istimewa)

TENGGARONG – Transformasi digital di sektor olahraga dan kepemudaan terus digencarkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui pengembangan Aplikasi Satu Data Olahraga dan Kepemudaan, Dispora berupaya membangun sistem informasi terpadu yang menjadi fondasi pengambilan kebijakan berbasis data.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang bukan sekadar menjadi pusat arsip digital, tetapi juga peta besar pembinaan olahraga dan kepemudaan di Kukar, dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Baca juga  Terpilih Pimpin Kwarcab Kukar, Aji Ali Fokus Revitalisasi Gugus Depan

“Satu data aplikasi itu memuat profil atlet, cabang olahraga (cabor), kepengurusan, prestasi, hingga struktur organisasi dari tingkat kabupaten sampai kecamatan,” jelasnya.

Meski masih dalam tahap penyempurnaan, Aji Ali menargetkan pengisian data dapat selesai dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan data satu aplikasi mandiri Dinas Pemuda dan Olahraga ini bisa terisi lengkap,” ujarnya.

Baca juga  Pembinaan Pramuka Terus Diperluas, Kukar Fokus Kuatkan Kwartir Ranting

Aplikasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah, perusahaan, maupun stakeholder lainnya berbasis informasi yang akurat.

“Outputnya tentu untuk memberikan dasar kebijakan, baik bagi pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya dalam pembinaan dan pengembangan olahraga serta kepemudaan,” katanya.

Dengan sistem data yang terintegrasi, Dispora Kukar akan lebih mudah melakukan analisis capaian prestasi, tren perkembangan atlet, hingga kebutuhan intervensi program di tiap wilayah.

Baca juga  Etam Begenjoh dan Eroh Bebaya Jadi Diplomasi Budaya Kukar, Buka Jalan Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi

“Dari data ini kita bisa menentukan program apa yang perlu diintervensi di masing-masing wilayah. Misalnya, kalau capaian medali turun, berarti kita harus pacu lagi dan berdiskusi dengan cabang olahraga tentang pola pembinaan yang harus dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pengurus cabang olahraga terus dilakukan agar setiap event, pelatihan, maupun program pembinaan selaras dengan arah pengelolaan berbasis data. (Adv)

Bagikan: