Afkab Periode 2025–2029 Diharapkan Jadi Motor Kebangkitan Futsal Kukar

Oleh redaksi

pada Minggu, 2 November 2025

Pelantikan Afkab Kukar (Urabankaltim)

TENGGARONG – Cabang olahraga futsal kembali menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Setelah terbentuknya kepengurusan baru Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kukar periode 2025–2029, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menegaskan komitmennya untuk membangun kembali fondasi pembinaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, menilai bahwa futsal Kukar membutuhkan pembenahan menyeluruh setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan prestasi. Menurutnya, momentum pergantian kepengurusan harus dimanfaatkan untuk menghadirkan pola pembinaan yang lebih efektif dan modern.

Baca juga  24 Tim Ramaikan Pekan Kedua Fire Fighter Volunteer Game, Tantangan Makin Menantang

“Pergantian pengurus ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin ada pembaruan pola pikir dan sistem pembinaan yang lebih terarah agar futsal Kukar kembali punya daya saing,” ujarnya.

Syafliansyah menegaskan bahwa pengembangan futsal tidak bisa bertumpu pada banyaknya turnamen semata. Dibutuhkan kolaborasi lebih luas antara Afkab, klub-klub lokal, sekolah, dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem pembinaan yang solid.

Ia menjelaskan bahwa pembinaan yang ideal mencakup pelatihan pelatih, peningkatan sarana latihan, serta menyediakan akses kompetisi berjenjang bagi atlet muda.

Baca juga  Debat Publik Calon Bupati Kukar Sukses, Sunggono Tekankan Pentingnya Partisipasi di PSU

“Kalau pembinaan berjalan baik, prestasi akan datang dengan sendirinya. Dispora tentu siap memfasilitasi setiap kegiatan yang memiliki arah dan target yang jelas,” tegasnya.

Selain memperbaiki sistem pelatihan, Dispora Kukar juga memandang pentingnya regenerasi atlet. Pembinaan usia dini menjadi perhatian serius agar Kukar tidak hanya kuat sesaat, tetapi memiliki pesepak bola dan pemain futsal muda yang siap melanjutkan prestasi.

“Regenerasi itu investasi masa depan. Kita harus menyiapkan pemain muda yang bisa melanjutkan tongkat estafet prestasi,” katanya.

Baca juga  Kebijakan Ekspor Tanpa Kuota Disambut Disperindag Kukar, UMKM Didorong Naik Kelas

Meski kondisi fiskal daerah tengah menantang, Syafliansyah memastikan komitmen pembinaan olahraga tetap dijaga. Ia menekankan bahwa masa seperti ini justru menjadi momentum memperkuat kolaborasi, efisiensi, dan kreativitas dalam menjalankan program olahraga.

“Situasi fiskal memang tidak mudah, tapi bukan alasan untuk berhenti. Justru di masa seperti ini, kolaborasi dan kreativitas menjadi kunci utama dalam menjaga gairah olahraga,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: