URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pasca diresmikan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, pada Senin (5/1/2026) lalu.
Pasar Tangga Arung Square di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mulai ramai didatangi pengunjung dan perlahan menemukan denyutnya.
Aroma kain baru bercampur wangi makanan hangat menyambut siapa pun yang melangkah masuk ke pasar modern dengan konsep semi mal tersebut.
Meski belum seluruh lapak terisi, geliat Pasar Tangga Arung Square sudah terasa.
Pengunjung tampak hilir mudik, menaiki tangga, menengok etalase, lalu berhenti sejenak di sudut-sudut yang memikat mata.
Dua lantai bangunan itu seolah mengajak warga Tenggarong untuk sekadar berjalan, melihat-lihat, lalu pulang dengan kantong belanja di tangan.
Di lantai pertama, deretan pedagang pakaian dan aksesori mulai membuka lapak. Kemeja digantung rapi, tas dan pernak-pernik tertata di rak-rak bersih.
Cahaya lampu membuat warna-warna kain tampak lebih hidup, menghadirkan suasana belanja yang berbeda dari pasar tradisional yang selama ini dikenal warga.
Sementara di lantai dua, nuansa berubah lebih riuh. Beberapa pelaku usaha kuliner sudah menyalakan kompor.
Asap tipis mengepul, suara sendok beradu dengan piring, dan pengunjung tampak duduk menikmati hidangan sambil melepas lelah setelah berkeliling pasar.
Nur Janah, pengunjung asal Sebulu, mengaku datang karena rasa penasaran.
Revitalisasi pasar membuatnya ingin melihat langsung wajah baru Pasar Tangga Arung.
“Jauh perbedaannya. Kalau sekarang rasanya seperti di mal,” ujarnya sambil tersenyum, menatap sekeliling.
Bukan hanya soal belanja. Nur Janah juga sengaja mengajak anaknya singgah ke Taman Super Hero yang berada tepat di halaman depan pasar.
Replika tokoh-tokoh pahlawan super itu menjadi magnet tersendiri, terutama bagi keluarga.
“Sekalian ajak anak jalan-jalan ke Taman Super Hero, sekalian belanja ke pasar,” katanya.
Perpaduan ruang belanja, kuliner, dan area bermain anak membuat Pasar Tangga Arung Square perlahan menjelma menjadi ruang publik baru.
Bukan sekadar tempat transaksi, tetapi ruang temu warga, tempat berjalan santai, mengisi waktu, dan merasakan wajah baru pusat ekonomi Tenggarong. (UK)





