URBANKALTIM.COM, SAMARINDA – Harapan mencari penghidupan justru berujung duka bagi Asikin (59), pria asal Semarang, Jawa Tengah. Niatnya merantau ke Samarinda demi mendapatkan pekerjaan berakhir tragis setelah ia ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Senin (2/2/2026) siang.
Asikin ditemukan warga dalam kondisi terlentang sekitar pukul 14.30 Wita. Keberadaannya yang tiba-tiba tergeletak tak bergerak membuat warga sekitar panik dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian.
Dari informasi yang dihimpun aparat, korban diduga baru saja tiba di lokasi untuk mencari pekerjaan. Namun sebelum sempat menyampaikan maksud kedatangannya, Asikin tiba-tiba masuk ke area sekitar jalan dan ambruk.
“Informasi yang kami dapat, korban datang ke sini untuk meminta pekerjaan. Baru sampai, lalu masuk dan langsung rebah dalam posisi terlentang,” ujar Kanit Pamapta III Polresta Samarinda, Ipda Riyan Riski.
Upaya warga untuk memberikan pertolongan tidak membuahkan hasil. Saat petugas tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kematian.
Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga kuat korban meninggal akibat faktor kesehatan.
“Identitas korban bernama Asikin, laki-laki, usia 59 tahun, domisili Semarang, Jawa Tengah. Dugaan sementara karena sakit, namun kami masih mendalami dan memastikan tidak ada unsur lain,” jelas Ipda Riyan.
Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lanjutan sembari menunggu pihak keluarga. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus potret getir perjuangan pencari kerja yang mempertaruhkan segalanya demi bertahan hidup di tanah perantauan. (UK)





