URBANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kasus mutilasi yang menggegerkan warga Samarinda akhirnya terungkap cepat. Satu pria dan wanita terduga pelaku berhasil diringkus tim gabungan kurang dari 24 jam setelah pada Minggu (22/3/2026) dini hari.
Penangkapan dilakukan di lokasi berbeda di wilayah Samarinda. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan senjata tajam yang diduga digunakan untuk menghabisi sekaligus memutilasi korban.
Saat ini, dua pelaku telah diamankan di Polresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku serta motif di balik pembunuhan sadis tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Ipda Rizky Tovas, menjelaskan pengungkapan kasus ini melibatkan tim gabungan dari berbagai satuan. Penyelidikan dilakukan intensif sejak potongan tubuh pertama kali ditemukan.
Tim yang terlibat terdiri dari Reskrim Polsek Sungai Pinang dan Samarinda Ulu, Jatanras Polresta Samarinda, hingga Jatanras Polda Kaltim.
“Peran masing-masing-masing dan motifnya masih kami dalami,” kata Rizky, Minggu (22/3/26).
Ia memastikan, detail lengkap pengungkapan kasus akan disampaikan dalam rilis resmi kepolisian.
“Nanti akan kami sampaikan secara lengkap saat rilis resmi,” ujarnya.
Kasus ini bermula dari penemuan potongan tubuh manusia di kawasan Jalan Gunung Pelandu, RT 13, Sempaja Utara, Sabtu (21/3/26) sekitar pukul 13.30 Wita.
Potongan tubuh ditemukan di dua titik berbeda dengan jarak puluhan meter. Sebagian di antaranya terbungkus karung.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengumpulkan total tujuh bagian tubuh, mulai dari paha hingga kepala.
Identitas korban hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Namun, dugaan kuat mengarah pada korban berjenis kelamin perempuan.
Hal itu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah pakaian seperti jilbab, bra, dan celana jins panjang di sekitar lokasi penemuan.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap secara utuh motif serta keterlibatan masing-masing pelaku dalam aksi keji tersebut.
“Peran masing-masing-masing dan motifnya masih kami dalami,” kata Rizky. (UK)





