URBANKALTIM.COM – Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kian memanas. Ancaman terbuka kini berubah menjadi eskalasi militer yang lebih serius.
Iran menyatakan akan meningkatkan serangan sebagai respons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan menggempur negara itu.
Juru bicara markas Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan Iran tidak akan mundur. Tehran bahkan siap memperluas operasi militernya terhadap pihak yang dianggap sebagai musuh.
Ia menyebut Iran akan melanjutkan perlawanan hingga Amerika Serikat dan Israel menghadapi konsekuensi besar.
“Kami akan melanjutkan perlawanan hingga musuh menghadapi penyesalan permanen dan menyerah,” ujar Zolfaqari.
Pernyataan Iran muncul setelah pidato Donald Trump di Gedung Putih. Dalam pidato itu, ia menegaskan Amerika Serikat hampir mencapai tujuannya dalam konflik tersebut.
Trump juga memberi sinyal serangan akan ditingkatkan jika Iran tidak segera menyetujui penyelesaian melalui jalur negosiasi.
Dalam pernyataannya, Trump menyampaikan ancaman keras terhadap Iran dalam waktu dekat.
“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu,” kata Trump, Jumat (3/4/26).
Iran tidak hanya merespons secara retoris. Zolfaqari menegaskan bahwa serangan yang akan datang akan jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Ia menyebut operasi militer akan diperluas dengan intensitas yang lebih tinggi.
“Serangan akan lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih merusak,” kata Zolfaqari. (UK)




