URBANKALTIM.COM, Jakarta – Pemerintah memutuskan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa hanya diberikan pada hari sekolah. Kebijakan ini menyusul evaluasi lintas kementerian untuk meningkatkan efektivitas program MBG.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sebelumnya MBG diberikan enam hari, termasuk saat hari libur. Namun, penyaluran pada hari libur dinilai kurang efektif.
“Kalau libur tidak ada lagi penyaluran MBG, hanya diberikan di hari sekolah,” ujarnya.
Alur distribusi MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan enam hari seminggu, tanpa terpengaruh kalender sekolah. Sementara siswa dan santri menerima paket MBG sesuai mekanisme libur di sekolah atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.
Zulhas menambahkan pemerintah memberikan perhatian khusus pada daerah 3T dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi. Penyesuaian ini bisa mencakup tambahan pemberian MBG jika diperlukan, menyesuaikan kondisi lokal.
“Yang 3T dan stunting tinggi, bisa saja ditambah lagi 1 hari,” katanya.
Meski ada perubahan untuk siswa, distribusi MBG bagi ibu hamil, menyusui, dan balita tidak mengalami perubahan. Pemerintah menilai program ini berjalan efektif dan penting untuk masa depan anak-anak Indonesia.
“Perlu disempurnakan, tapi untuk ibu hamil, menyusui, dan balita sangat penting,” ujar Zulhas. (UK)





