17 CCTV UNIFIL Dirusak di Lebanon, PBB Soroti Dugaan Aksi Israel

Oleh redaksi

pada Minggu, 5 April 2026

Bendera PBB (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Sebanyak 17 kamera CCTV pengawas milik markas UNIFIL di Lebanon Selatan dilaporkan rusak dalam 24 jam terakhir. PBB menduga kerusakan itu berkaitan dengan aktivitas militer Israel di kawasan tersebut.

Informasi ini disampaikan seorang pejabat keamanan PBB yang tidak ingin disebutkan identitasnya. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah.

Pejabat tersebut mengungkapkan seluruh kamera yang terhubung ke markas utama mengalami kerusakan. Sistem pengawasan di area itu pun terganggu.

“17 kamera markas besar telah dihancurkan,” kata pejabat itu, Sabtu (4/4/25).

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyebut kerusakan kamera diduga akibat teknologi tertentu. Ia menyinggung indikasi penggunaan laser dalam insiden tersebut.

“Kamera-kamera tersebut tampaknya telah dihancurkan oleh sejenis laser,” ujar Ardiel.

Ia juga menjelaskan bahwa pasukan Israel terlihat berada di wilayah Naqura. Aktivitas militer di sana disebut disertai pembongkaran sejumlah bangunan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga  Pemulangan Jenazah TNI dari Lebanon Terkendala Birokrasi dan Penerbangan

“Tentara hadir di Naqura dan telah melakukan pembongkaran besar-besaran,” kata dia.

Sejak konflik Israel dan Hizbullah pecah pada awal Maret, pasukan UNIFIL berada dalam posisi rentan. Mereka kerap berada di tengah baku tembak kedua pihak.

Kerusakan fasilitas PBB ini menambah daftar dampak konflik yang meluas. Sebelumnya, serangan juga merusak rumah warga dan fasilitas sipil lainnya.

Korban dari pasukan perdamaian juga terus bertambah. Dalam sepekan terakhir, sejumlah personel termasuk dari Indonesia dilaporkan tewas dan terluka.

PBB mencatat total 97 anggota UNIFIL telah gugur sejak misi ini dibentuk pada 1978. Situasi ini menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. (UK)

Baca juga  Harga Pangan Global Naik 2,4 Persen, DPR Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan

URBANKALTIM.COM – Sebanyak 17 kamera CCTV pengawas milik markas UNIFIL di Lebanon Selatan dilaporkan rusak dalam 24 jam terakhir. PBB menduga kerusakan itu berkaitan dengan aktivitas militer Israel di kawasan tersebut.

Informasi ini disampaikan seorang pejabat keamanan PBB yang tidak ingin disebutkan identitasnya. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah.

Pejabat tersebut mengungkapkan seluruh kamera yang terhubung ke markas utama mengalami kerusakan. Sistem pengawasan di area itu pun terganggu.

“17 kamera markas besar telah dihancurkan,” kata pejabat itu, Sabtu (4/4/25).

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyebut kerusakan kamera diduga akibat teknologi tertentu. Ia menyinggung indikasi penggunaan laser dalam insiden tersebut.

“Kamera-kamera tersebut tampaknya telah dihancurkan oleh sejenis laser,” ujar Ardiel.

Ia juga menjelaskan bahwa pasukan Israel terlihat berada di wilayah Naqura. Aktivitas militer di sana disebut disertai pembongkaran sejumlah bangunan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga  Update TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi PBB

“Tentara hadir di Naqura dan telah melakukan pembongkaran besar-besaran,” kata dia.

Sejak konflik Israel dan Hizbullah pecah pada awal Maret, pasukan UNIFIL berada dalam posisi rentan. Mereka kerap berada di tengah baku tembak kedua pihak.

Kerusakan fasilitas PBB ini menambah daftar dampak konflik yang meluas. Sebelumnya, serangan juga merusak rumah warga dan fasilitas sipil lainnya.

Korban dari pasukan perdamaian juga terus bertambah. Dalam sepekan terakhir, sejumlah personel termasuk dari Indonesia dilaporkan tewas dan terluka.

PBB mencatat total 97 anggota UNIFIL telah gugur sejak misi ini dibentuk pada 1978. Situasi ini menunjukkan risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. (UK)

Bagikan: