Iran Bantah Pernyataan Trump, Operasi Penyelamatan Pilot AS Disebut Gagal Total

Oleh redaksi

pada Senin, 6 April 2026

Juru bicara komando pusat militer Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Iran melontarkan bantahan keras terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait operasi penyelamatan pilot jet tempur AS. Teheran menyebut misi tersebut justru berakhir gagal total.

Pernyataan ini disampaikan militer Iran pada Minggu (5/4/26). Sebelumnya, Trump mengklaim pilot tersebut berhasil diselamatkan dan dalam kondisi aman.

Juru bicara komando pusat militer Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan operasi yang dilakukan AS tidak berjalan sesuai rencana. Ia bahkan menyebut misi itu sebagai upaya yang gagal.

Baca juga  Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, Jalur Minyak Dunia Terancam

Menurutnya, operasi tersebut dilakukan di sebuah bandara terbengkalai di selatan Isfahan. Misi itu disebut sebagai upaya penyelamatan pilot yang jatuh.

“Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut itu benar-benar gagal,” kata Zolfaghari.

Ia juga menuding operasi tersebut sebagai bentuk penipuan dan upaya pelarian. Pernyataan itu sekaligus membantah klaim Washington yang menyebut misi berjalan sukses.

Zolfaghari mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut, sejumlah aset militer AS mengalami kerusakan. Ia menyebut dua pesawat angkut C-130 dan dua helikopter Black Hawk hancur.

Baca juga  Gencatan Senjata 45 Hari Jadi Kunci Damai Iran-AS, Selat Hormuz Siap Dibuka

Media pemerintah Iran turut menayangkan gambar puing-puing hangus di lokasi kejadian. Asap masih terlihat mengepul dari area gurun tempat operasi berlangsung.

Selain itu, laporan media Iran menyebut sedikitnya lima orang tewas dalam insiden tersebut. Namun belum dipastikan apakah korban berasal dari kalangan militer atau warga sipil.

Iran juga menilai pernyataan Trump hanya sebatas retorika. Mereka menyebut klaim tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari situasi di lapangan.

Baca juga  Berada di Pot 4 Piala Asia 2027, Indonesia Berpotensi Hadapi Tim Unggulan

Di sisi lain, hingga kini belum ada penjelasan rinci dari pihak AS terkait bantahan Iran tersebut. Perbedaan versi ini memperlihatkan masih kuatnya perang narasi antara kedua negara.

“Retorika kosong dan pengalihan perhatian meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan posisi superior angkatan bersenjata Iran yang kuat,” kata Zolfaghari. (UK)

Bagikan: