Israel Gempur Lebanon Besar-Besaran, Netanyahu Tegaskan Hizbullah Bukan Bagian Gencatan Senjata

Oleh redaksi

pada Kamis, 9 April 2026

Serangan Israel menghantam kawasan Abbasiyeh 8 April 2026 (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Israel melancarkan serangan udara terbesar ke Lebanon sejak konflik terbaru pecah, Rabu (8/4/2026), dengan sedikitnya 182 orang tewas dan 890 lainnya terluka. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer tetap menyasar Hizbullah, meski gencatan senjata dengan Iran telah diumumkan.

Militer Israel menyebut serangan kali ini sebagai gelombang terbesar ke wilayah Lebanon. Dalam waktu 10 menit, lebih dari 100 titik yang diklaim sebagai pusat komando dan lokasi militer Hizbullah dihantam.

Baca juga  TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Rico Pramudia Wafat Usai Serangan

Sasaran utama berada di pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di bagian timur. Serangan itu mempertegas bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat.

Netanyahu menolak klaim bahwa Lebanon masuk dalam perjanjian damai tersebut. Ia menegaskan Hizbullah tetap menjadi target operasi Israel.

“Gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup Hizbullah,” kata Netanyahu.

Eskalasi ini memicu reaksi keras dari Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC memperingatkan akan ada balasan jika serangan ke Lebanon tidak dihentikan.

Baca juga  Rusia Minta Lebanon Jadi Bagian Gencatan Senjata AS-Iran

Peringatan itu disampaikan melalui pesan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran. Teheran menilai serangan terhadap Hizbullah sama dengan serangan langsung terhadap Iran.

“Jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera dihentikan, kami akan menunaikan kewajiban kami,” kata IRGC.

Pemerintah Lebanon menyatakan terus mengupayakan agar negaranya masuk dalam skema perdamaian regional. Namun hingga kini, Washington dan Tel Aviv sama-sama menegaskan Lebanon berada di luar kesepakatan.

Baca juga  Ibu Asal Cimahi Somasi RSHS Bandung Usai Bayi Nyaris Tertukar

Serangan terbaru memperparah krisis kemanusiaan di Lebanon. Dalam enam pekan terakhir, total korban tewas akibat gempuran Israel disebut telah melampaui 1.700 orang, termasuk anak-anak.

Di Beirut, tim penyelamat masih mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Warga setempat menggambarkan situasi di lapangan penuh kepanikan dan kehancuran.

“Ada banyak bagian tubuh di sini. Hanya orang-orang yang dirugikan,” ujar Abdelkader Mahfouz. (UK)

Bagikan: